Mahasiswa UCY Kembangkan Pupuk Cair dari Limbah Pasar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Sejumlah mahasiswa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) berhasil mengembangkan inovasi pupuk organik cair dari fermentasi bahan organik yang berasal dari limbah pasar buah dan sayur di Pasar Giwangan Yogyakarta.

Produk yang diberi nama Boosterhara ini diklaim memiliki unsur mikro yang lebih lengkap karena mengandung nitrogen, fosfor, kalium dan air lebih banyak.

Selain menjadi alternatif pupuk ramah lingkungan, inovasi ini juga turut berkontribusi mengurangi limbah yang berasal dari para pedagang pasar kota Yogyakarta.

Salah satu anggota tim mahasiswa UCY, Mohtar Khudori, mengatakan, pembuatan POC Boosterhara ini berawal dari keprihatinan para mahasiswa melihat kondisi limbah Pasar Giwangan Yogyakarta. Di mana setiap hari selalu terdapat banyak sampah dibuang menuju TPS Piyungan sehingga menyebabkan fenomena sampah di TPS kian menumpuk.

“Limbah yang mayoritas sayur-sayuran tersebut dibuang begitu saja. Padahal sebenarnya masih memiliki nilai guna. Dari situ kami kemudian mencoba mengubah sirkulasi limbah pasar menjadi sirkulasi tanpa pembuangan yaitu dengan memanfaatkan limbah tersebut menjadi pupuk kaya manfaat yang memiliki unsur nutrisi lengkap bagi tanaman,” ujarnya, Kamis (14/10/2021).

Memanfaatkan sejumlah bahan antara lain kulit pisang, cangkang telur, aloe vera, hingga mikroorganisme pengurai limbah, POC Boosterhara ini dibuat dengan cara fermentasi selama 8-14 hari.

Setelah jadi mereka kemudian memasarkannya melalui media sosial seperti instagram, facebook, dan marketplace. Tak hanya menjual saja, mereka juga turut menyampaikan informasi terkait jenis tanaman, cara menanam maupun tips berkebun secara berkala.

“Dibandingkan pupuk anorganik, pupuk organik dengan bahan alami seperti kulit telur semacam ini sangat bagus untuk pertumbuhan batang tanaman, sementara kulit pisang bermanfaat untuk perkembangan jumlah produksi yang maksimal, dan limbah sayuran bisa berfungsi memperkaya unsur hara pada tanah.” ujar Diva Meizahra A.R., selaku ketua tim mahasiswa.

Berkat upayanya, tim yang beranggotakan 4 orang mahasiswa Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Cokroaminoto Yogyakarta semester 3 dan 5 ini pun berhasil mendapatkan pendanaan dari DIKTI. Proposal berjudul, “Keping Rupiah di Balik Limbah Pasar Giwangan: Pemanfaatan Limbah Brassisca dengan Kombinasi Kalsium Cair dan Phospor sebagai Pupuk Organik Cair” membuat mereka mendapatkan pendanaan sebesar Rp4 juta untuk menjalankan usaha kewirausahaan tersebut.

Sementara itu, pihak kampus UCY sendiri mengaku akan memfasilitasi serta mendukung penuh upaya mahasiswa dalam mengembangkan semangat social entrepreneur semacam ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang mengedepankan prestasi mahasiswa semacam ini. Ke depan pihak universitas khususnya bidang III akan memfasilitasi dalam pengurusan logo serta legalitas produk yang telah dibuat para mahasiswa,“ kata Farid Iskandar, selaku Wakil Rektor III UCY.

Lihat juga...