Manfaatkan Sumur Bor Poktan, Ian Tena Kembangkan Hortikultura

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Adanya sumur bor bantuan pemerintah membuat Kelompok Tani  Dusun Habihogor, Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengembangkan tanaman hortikultura.

“Kami menanam aneka sayuran seperti kacang panjang, terung, sawi dan paria,” kata Ketua Kelompok Tani  Geruk Bekor, Desa Ian Tena, Maria Emilde saat dihubungi, Senin (11/10/2021).

Emilde megakui, kelompok taninya awalnya merupakan kelompok tenun yang beranggotakan para perempuan untuk pemberdayaan termasuk kelompok simpan pinjam uang.

Pihaknya awalnya menanam tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran di halaman rumah dengan memanfaatkan lahan kosong atau menggunakan polybag.

Ketua Kelompok Tani Geruk Bekor Desa Ian Tena, Maria Emilde saat ditemui di desanya, Sabtu (9/10/2021 ). -Foto: Ebed de Rosary

“Saat ada bantuan pengadaan sumur bor tahun lalu, kami pun membentuk kelompok tani agar bisa memanfaatkan lahan kosong depan rumah saya yang selama ini hanya ditanami jagung saja,” ucapnya.

Emilde mengakui, kelompoknya juga menanam jagung manis dan jagung pulut untuk dijual dan aneka sayuran unruk kebutuhan penanganan stunting dan gizi buruk.

Ia menjelaskan, sayuran yang dihasilkan dijual ke pemerintah desa yang membelinya untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak stunting dan gizi buruk serta ibu hamil  di setiap Posyandu.

“Hasil panen sekarang lebih banyak dibeli pemerintah desa untuk penanganan stuting dan gizi buruk. Kami bersyukur adanya program PMT sehingga kami tidak perlu lagi mencari pembeli sayuran kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ian Tena, Kecamatan Kewapante, Thomas Alfa Edison mengakui mendorong kelompok tani di desanya untuk menanam hortikultura terutama sayur-saturan dan buah-buahan.

Edison menyebutkan pemerintah desa membeli hasil panen dari kelompok tani sebab sayurannya segar dan organik sehingga pas untuk dikonsunsi anak stunting dan ibu hamil.

“Semua sayuran dan buahan yang kami butuhkan dalam PMT dibeli dari kelompok tani. Kami ingin agar petani di desa kami mengalami peningkatan pendapatan dari menanam sayur-sayuran dan buah-buahan di lahan kosong atau lahan tidur,” ujarnya.

Lihat juga...