Masyarakat Bandar Lampung Manfaatkan Beragam Tanaman Herbal

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Alam Indonesia kaya akan kekayaan hayati yang bisa berfungsi sebagai obat herbal. Di Bandar Lampung, masyarakat masih mengenal banyak ragam tanaman berkhasiat obat itu dan menggunakannya di membutuhkan.

Hardiman, warga Batu Putuk, Teluk Betung Barat, mengatakan sejumlah tanaman berfungsi sebagai obat herbal berupa jahe, kunyit, kencur, kapulaga, dan rimpang. Sejumlah tanaman liar juga bisa menjadi obat tradisional berkhasiat kesehatan.

Warga Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Barat itu mengaku memanfaatkan gondang dan daun ketepeng. Gondang atau Ficus variegata tumbuh alami di tepi sungai Way Suka Padang. Khasiat tanaman itu menjadi obat tradisional untuk mengatasi gejala eksim, sakit kulit dan diare. Sebagai alternatif pengobatan, bagian yang dimanfaatkan berupa buah segar dan kering.

Resep penggunaan obat memakai buah gondang cukup sederhana. Buah gondang segar dicuci air bersih untuk menghilangkan getah bagian tangkai. Rebus 15 gram buah gondang segar dengan dua gelas air hingga tersisa dua gelas. Saring air rebusan dan simpan di gelas, agar lebih manis campurkan sesendok madu. Minum sehari dua kali setiap pagi dan sore setengah gelas.

Hardiman, warga Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, mencari daun pisang dan buah gondang di tepi sungai Way Suka Padang, Jumat (1/10/2021). -Foto: Henk Widi

“Buah gondang selama ini hanya dikenal sebagai tanaman liar, padahal bisa menjadi herbal alternatif, dalam warisan keluarga saat kondisi darurat bisa digunakan sebagai penyembuh penyakit kulit sebagai obat dalam, sementara untuk obat luar bisa memakai daun ketepeng melengkapi proses penyembuhan,” terang Hardiman, saat ditemui Cendana News, Jumat (1/10/2021).

Penggunaan buah gondang sebagai alternatif herbal dalam pengobatan eksim juga dilengkapi daun ketepeng. Daun ketepeng atau Cassia alatha kerap dipakai untuk penyakit kulit dengan penggunaan luar.

Pemakaian daun ketepeng untuk eksim, panu, kurap dilakukan dengan proses perebusan. Setelah dibersihkan, daun ketepeng bisa direbus memakai tambahan kapur sirih. Setelah direbus, lumatkan daun ketepeng bersama kapur sirih. Penggunaan dilakukan dengan cara menggosokkannya pada bagian kulit yang terkena panu, eksim dan kurap. Gunakan secara rutin saat mandi hingga sembuh.

“Bagi sebagian warga, terutama kaum wanita, daun ketepeng kerap dijadikan masker untuk perawatan kulit wajah, bahkan sebagai bahan lulur,” bebernya.

Pemakaian obat herbal memanfaatkan tanaman demi kesehatan juga dilakukan Suyatinah. Baginya, penggunaan obat herbal menjadi alternatif saat akses layanan kesehatan belum bisa diperoleh.

Ia memanfaatkan tanaman serai wangi, daun salam, jahe merah, kayu manis, daun jeruk. Berbagai bahan itu direbus untuk digunakan sebagai peningkat daya tahan tubuh. Sang cucu yang mengalami demam, pilek dan pernapasan tidak lancar, memakai sistem penguapan.

“Semua bahan daun yang telah direbus uapnya dipakai untuk melegakan pernapasan, meredakan batuk,menghilangkan keringat, dan meredakan flu,” ulasnya.

Selain digunakan untuk terapi kesehatan dari dalam, rebusan bahan herbal itu bisa untuk obat kulit. Penambahan daun ketepeng dilakukan untuk mandi. Meski memakai obat herbal, ia menyebut kesembuhan bisa diperoleh. Penggunaan obat herbal tersebut menjadi cara untuk mengurangi tingkat kesakitan tanpa memakai obat kimia. Sejumlah bahan bisa diperoleh dari pekarangan tanpa harus membeli.

Tuti, warga Dusun Pegantungan, Desa Bakauheni, Lampung Selatan, juga menyebut sejak lama memanfaatkan tanaman bakau dan pedada. Buah bakau dan pedada dengan proses pengolahan dibuat rujak bebek bisa mengobati sakit perut. Pada bagian akar napas tanaman bakau, bisa digunakan sebagai obat sakit pinggang.

Penggunaan akar napas tanaman bakau, sebut Tuti dilakukan dengan proses perebusan. Sang suami yang bekerja sebagai nelayan saat sakit pinggang, pegal, linu akan dibuatkan ramuan akar bakau. Akar napas yang muda dan telah dicuci dicampur dengan akar alang alang, jahe. Setelah direbus, saring airnya dalam gelas dan dicampurkan memakai gula aren, madu. Minum setiap pagi dan sore. Pemakaian herbal menjadi alternatif untuk menjaga kesehatan.

Lihat juga...