Mebel Bowo di DCML Krambilsawit Merambah ke Berbagai Daerah

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Bowo Aryanto (45) nampak begitu semangat melakukan pekerjaannya sehari-hari sebagai tukang kayu di bengkel miliknya. Dibantu sejumlah pegawai, ia terlihat mahir membuat aneka jenis mebel mulai dari kaso, gording, aneka kusen pintu, lemari hingga gerobak. 

Meski berada di desa terpencil Gunungkidul, sejumlah peralatan kayu modern nampak sudah digunakan Bowo. Mulai dari mesin serut kayu, mesin gergaji, mesin bor hingga peralatan modern lainnya. Beberapa peralatan tersebut bahkan nampak masih baru.

“Pasca PPKM ini, pesanan mulai stabil. Sebulan saya bisa dapat pesanan 10-15 gerobak. Biasanya untuk dikirim ke Jogja, Klaten, Semarang hingga Pati. Ada yang gerobak angkringan, gerobak bakso, dan lain-lain,” ungkapnya kepada Cendana News belum lama ini.

Bowo Aryanto merupakan salah satu pelaku usaha kecil binaan unit simpan pinjam Modal Kita Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul. Ia sudah memulai usaha sejak 2013 lalu. Berkat dukungan koperasi binaan Yayasan Damandiri inilah, usaha Bowo tetap bertahan dan terus berkembang meski terdampak pandemi.

“Saya memanfaatkan pinjaman modal usaha koperasi. Besarannya Rp4 juta. Sudah dua kali ini saya pinjam. Ya untuk tambahan modal usaha. Karena koperasi kan dekat, prosesnya mudah dan cepat serta pelayanannya juga baik,” ungkapnya.

Meski sempat menurun akibat pandemi, omzet usaha mebel Bowo ternyata cukup lumayan. Jika satu gerobak saja laku dijual Rp750 ribu, maka dalam sebulan ia bisa mengantongi pemasukan mencapai Rp7-11juta per bulan. Jumlah itu belum termasuk pemasukan dari usaha tambahan lainnya yang ia jalankan.

“Limbah berupa potongan kayu ini juga saya olah menjadi arang. Setiap lima hari sekali saya bisa menghasilkan 20-25 karung arang. Satu karung laku saya jual Rp60 ribu. Biasanya setiap dua minggu sekali diambil pedagang makanan asal Bantul dan Yogyakarta,” katanya.

Bowo berharap Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit sebagai bagian program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) yang dijalankan Yayasan Damandiri bisa terus eksis hingga di masa mendatang. Pasalnya selain terbukti mampu memberikan akses modal usaha pada warga, adanya unit simpan pinjam Modal Kita juga mampu menggerakkan perekonomian desa.

Lihat juga...