Media Tanam Kunci Keberhasilan Tanaman Buah dalam Pot

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Tren budi daya bunga hias dan buah memakai teknik tanaman buah dalam pot (tabulampot) di Bandar Lampung masih bertahan. Kebutuhan akan media tanam kaya nutrisi pun diperlukan, agar budi daya tanaman bunga hias dan buah, menjadi produktif.

Bude Emi, pemilik usaha penjualan tanaman bunga hias menyebut penyiapan media tanam vital dilakukan pada budi daya sistem tabulampot.

Bude Emi yang tinggal di nursery atau tempat pembibitan tanaman bunga di jalan Gatot Subroto, Teluk Betung, Bandar Lampung itu, kerap berbagi tips.

Ia menjelaskan, tips terkait pemilihan media tanam dimulai dari penggunaan tanah, pupuk serta media penunjang. Media tanam wajib berupa tanah subur dari campuran pasir, tanah liat. Pada pemakaian pot, pupuk organik diperlukan untuk nutrisi tanaman.

Tren penanaman bunga hias dan buah memakai pot, sebut Bude Emi melahirkan kreativitas. Selain mempergunakan tanah, media tanam mulai memakai arang kayu, sekam padi, serabut kelapa hingga serabut gergajian kayu. Teknik penanaman vertikal kombinasi batang kayu diikat dengan serabut kelapa, serabut aren, menjadi media tanam anggrek. Metode penanaman memakai air dalam botol, kolam pot buatan juga tetap diberi pupuk cair.

Media tanam serbuk serabut kelapa, kompos hingga pupuk kandang dimanfaatkan Bude Emi untuk menanam berbagai bunga di Jalan Gatot Subroto, Teluk Betung, Bandar Lampung, Rabu (10/2/2021). -Dok: CDN

“Berbagai teknik penggunaan media tanam konvensional hingga modern memakai hidroponik diterapkan pecinta tanaman hias dan buah, sekaligus dikombinasikan dengan sayuran sehingga bisa memanfaatkan lahan pekarangan, namun tetap produktif,” terang Bude Emi, Senin (4/10/2021).

Bagi konsumen, Bude Emi mengedukasi penggunaan beragam media tanam dengan tekniknya. Pada budi daya secara konvensional, penggunaan tanah masih diperlukan. Sebagai solusi, ia menyediakan media tanam tanah yang telah dikombinasikan dengan nutrisi bagi tanaman. Campuran tanah hitam, tanah merah, pasir, serbuk sabut kelapa, dicampur dengan komposisi tepat.

Sebagai pelengkap kesuburan media tanam, pupuk organik dan pupuk sintetis atau kimia perlu ditambahkan. Jenis pupuk organik yang disediakan ukuran 20 kilogram dalam karung diperoleh dari pabrik tersertifikasi. Pupuk organik digunakan sebagai pendukung sekaligus pelengkap media tanam tanah.

Setiap bulan, media tanah harus digemburkan atau diganti media baru. Alternatif lain dengan cara menambahkan pupuk organik dan kimia.

“Pupuk kimia atau sintetis bagi tanaman bunga hias, buah bisa memakai NPK dan mutiara,”ujarnya.

Berbagai tanaman bunga, sebut Bude Emi, bahkan memakai media tanam air. Jenis tanaman itu meliputi teratai, melati air serta tanaman enceng gondok untuk hiasan. Meski demikian, media tanam memakai kolam mini tetap harus diberi tanah hingga menjadi lumpur. Penambahan pupuk cair bisa dilakukan untuk menyuburkan tanaman air. Sementara media tanam arang, sabut kelapa, sabut aren diberi nutrisi dengan pupuk cair yang dilarutkan.

Pemilik SK Garden, Amroy, menyebut media tanam mutlak dipilih sesuai kebutuhan tanaman. Jenis tanaman jambu madu deli, durian dan alpukat sistem tabulampot membutuhkan nutrisi yang prima. Berbeda dengan tanaman yang langsung dibudidayakan pada kebun, penyediaan nutrisi pada pot mutlak diberikan. Pot yang akan diberi media tanam harus diberi lapisan dasar batu bata, pasir, kerikil dan lubang air.

“Meski media tanam berupa tanah subur, jika bagian bawah pot tidak diberi pelapis batu bata, pasir tanah akan menjadi bantat, tidak ada pori-pori buat akar,”ulasnya.

Berbagi tips dalam memakai media tanam, sebut warga Kedamaian, Tanjung Karang Timur itu, kerap dibagikan kepada pelanggan. Tanaman buah dalam pot tidak hanya subur pada bagian tanaman, namun juga rutin berbuah. Jenis tanaman buah dalam pot akan rutin berbuah jika diberi pupuk. Pupuk yang digunakan berupa pupuk organik, kimia dan pupuk cair sistem semprot.

Pengaplikasian beragam media tanam dan pupuk juga dilakukan Stevani, warga Kelurahan Bumi Waras, Bandar Lampung. Hobi menanam bunga anggrek, tanaman jambu madu deli dilakukan olehnya memanfaatkan lahan terbatas. Memakai media tanam tanah subur, ia juga memberi tambahan pupuk dari kotoran ayam. Kotoran ayam yang telah bercampur tanah bisa menjadi pupuk untuk budi daya tanaman buah dan bunga.

“Porsi campuran tanah yang tepat akan memberi nutrisi cukup pada tanaman, sehingga tetap subur,” ulasnya.

Penggunaan media tanam pupuk kompos juga memanfaatkan enceng gondok. Tanaman dibusukkan bersama dengan kotoran kambing, ayam hingga bercampur tanah. Pupuk organik buatan tersebut efektif menyuburkan pohon buah dan bunga teknik tabulampot.

Pada penanaman anggrek, ia memakai media tanam serabut kelapa dengan tambahan arang dan sekam. Pemilihan media tanam tepat membuat ia bisa tetap bercocok tanam memakai lahan terbatas.

Lihat juga...