Membungkus di Waktu Tepat, Solusi Cegah Kerusakan Akibat Hama Lalat Buah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Masa pembungaan hingga pembuahan pada tanaman kerap dihantui oleh hama lalat buah. Sebagai solusi, sejumlah petani di Lampung melakukan pemilihan waktu yang tepat dalam proses membungkus buah.

Amat Keri, petani di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung menyebut potensi hama lalat buah yang merusak mulai menyerang saat proses pembuahan. Langkah pencegahan bisa dilakukan memakai tiga metode. Pertama penyemprotan memakai racun serangga atau insektisida kontak. Kedua memakai jaring ukuran kecil yang tidak bisa dihinggapi lalat. Ketiga proses pembungkusan atau dikenal tekhnik brongsong.

Waktu tepat penggunaan sejumlah tekhnik sebut Amat Keri memperhitungkan populasi hama. Saat proses penyerbukan pada bunga, jenis kumbang dan lebah sangat dibutuhkan. Saat memasuki pembuahan hama  kerap mulai melakukan penyengatan yang bertujuan meletakkan telur menjadi larva, pupa, ulat yang menjadi lalat dewasa.

“Buah akan mengalami pembusukan secara bertahap meski masih tetap normal pada bagian kulit luar namun saat dipetik akan busuk pada bagian dalam bahkan rontok,” terang Amat Keri saat ditemui Cendana News, Senin (25/10/2021).

Amat Keri bilang komoditas pertanian jenis alpukat, mangga, rentan lalat buah. Imbas hama produksi akan merosot, rontok sebelum tua. Yang masih bertahan hingga tua akan boleng atau berlubang, kerdil dan busuk.

Serangan hama juga kerap menyerang berbagai tanaman sistem tanaman buah dalam pot (tabulampot). Amroy, petani di Kelurahan Kedamaian, Tanjung Karang Timur menyebut hama menyerang saat musim penghujan. Antisipasi sebutnya telah dilakukan karena sejak bulan September memasuki masa panen buah mangga. Pada masa tersebu sebagian petani menanam jagung yang mendukung kehidupan serangga.

“Serangga jenis kumbang, lalat buah akan memanfaatkan buah sebagai sumber pakan dan tempat berkembang biak dengan telur hingga menjadi ulat,”bebernya.

Melakukan proses pembuatan atap buatan memakai jaring atau waring sebut Amroy jadi solusi. Waring bertujuan untuk mengurangi curah hujan. Selain itu jenis waring yang tidak bisa dimasuki dengan kumbang, lalat buah. Cara terakhir dengan membungkus sejak berukuran kecil.

“Solusi perangkap lalat buah bisa jadi alternatif sehingga akan mengurangi kerugian,”ulasnya.

Buah jambu madu deli merah hasil penanaman dengan tabulampot tetap segar tanpa serangan lalat buah, Senin (25/10/2021). Foto: Henk Widi

Serangan lalat buah juga dialami Untung Suprayitno di Desa Lebung Nala, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Menanam sebanyak 3000 tanaman melon golden pada lahan seluas 5000 meter persegi, hama lalat buah menyerang tanaman. Ia menyebutkan, busuk buah bisa dihindari  dengan tekhnik membungkus dengan plastik. Sebelumnya ia memakai tekhnik penyemprotan memakai insektisida.

Penggunaan bungkus plastik sebut Untung Suprayitno cukup efektif. Sebagian buah yang belum disengat lalat bisa dibungkus agar kondisi tetap bagus. Dampak serangan lalat buah diakuinya akan mengakibatkan melon golden busuk. Produksi buah akan berkurang dan berimbas kerugian sehingga tekhnik bungkus dengan plastik jadi solusi.

Lihat juga...