Mengenal Domba Gibas Persilangan Bertanduk

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Beragam jenis domba banyak dipelihara dan dibudidayakan kalangan peternak di Indonesia hingga saat ini. Dari sekian banyak jenis domba, salah satu yang belum banyak dikenal adalah domba gibas persilangan atau biasa disebut cros.

Domba jenis ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya memiliki postur tinggi besar dan bobot mencapai 55 kilogram sehingga banyak dimanfaatkan sebagai pejantan atau pemacek.

Berbeda dengan kebanyakan domba gibas asli atau murni pada umumnya yang tak memiliki tanduk. Domba hasil persilangan gibas jantan dengan domba lokal ini biasanya memiliki tanduk. Postur tubuhnya besar dan gemuk, serta memiliki ciri umum yakni memiliki ekor tebal.

Menurut salah seorang pembudidaya dari Dusun Pundong, Kalurahan Sumberadi, kapanewon Mlati, Ari Wibowo, domba gibas hasil silang secara bodi, bentuk ekor dan ketebalannya mendekti gibas katalog atau yang biasa disebut gibas asli.

Namun karena merupakan hasil silang dengan domba lokal, menjadikan genetik domba cros gibas memiliki sepasang tanduk kanan dan kiri di kepalanya.

Kondisi bertanduk ini sangat berbeda dengan gibas hasil silang, karena gibas asli tidak bertanduk atau biasa disebut dugul. Namun demikian, sejumlah keunggulan tetap dimiliki domba gibas hasil silang diantaranya tetap memiliki ketebalan daging, tahan di segala cuaca serta mudah beradaptasi dengan lingkungan.

“Kekurangan dari domba gibas hasil silang ini salah satunya pada warna daging yang dihasilkan. Yakni cenderung tidak merah atau pucat,” ungkapnya, Senin (18/10/2021)

Ari Prabowo juga menambahkan pada domba betina jenis gibas bukan hasil silang biasanya sulit untuk dikawinkan, karena terhalang ekor yang tebal sehingga menyulitkan pejantan saat proses penetrasi.

Namun demikian hal itu tak berpengaruh pada domba gibas jantan karena ekor besarnya tak akan menghalangi saat hendak melakukan penetrasi dalam proses kawin.

Sementara itu salah seorang pehobi domba di Dusun Kweni, kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Jagat Samudra mengatakan, perawatan domba cros gibas terbilang sama dengan domba jenis lainnya.

Salah seorang pehobi domba di Dusun Kweni, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Jagat Samudra, dijumpai Cendana News, Senin (18/10/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana

Dengan sedikit cukup sabun cair, domba gibas bisa dimandikan setiap seminggu sekali, dan lebih bagus dilakukan saat cuaca cerah sehingga memudahkan proses pengeringan bulu domba gibas yang memiliki bulu tipis itu.

“Perawatannya tidak terlalu susah, hanya perlu telaten. Untuk pakan kita kasih makan rumput dan ampas tahu,”ungkapnya.

Dengan perawatan tersebut, meski hanya merupakan hasil persilangan, domba gibas jantan cros tetap bisa dikembangbiakkan hingga berbobot mencapai 55 kg, sehingga diminati oleh kalangan peternak  baik untuk pejantan ataupun hewan kurban saat hari raya Iduladha.

Lihat juga...