Menikmati Kejernihan dan Keindahan Pantai Tiska di Bandar Lampung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pantai Tiska merupakan salah satu destinasi wisata bahari di kota Bandar Lampung. Berada di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, lokasi berada di sebelah kanan arah Lampung Selatan.

Buyung Hadiyanto, salah satu penyuka destinasi wisata bahari menyebut pantai berada di lokasi strategis. Sebagai warga Kecamatan Panjang ia menyebut pantai Tiska memiliki nilai historis cukup penting.

Salah satu pengunjung, Buyung Hadiyanto mengajak keluarga berlibur di pantai Tiska di Kelurahan Srengsem, Panjang, Bandar Lampung, Minggu (31/10/2021) – Foto: Henk Widi

Pantai menjadi saksi bisu perkembangan kota Bandar Lampung dan Lampung pada umumnya. Kejayaan dermaga transportasi kapal ferry pada masa silam sebagian masih terlihat.

Nilai historis sebagai salah satu destinasi wisata sejarah masih terlihat. Buyung Hadiyanto menyebut pada sejumlah titik masih kokoh berdiri bekas dermaga pelabuhan Srengsem.

Pelabuhan itu merupakan akses transportasi laut yang dioperasikan tahun 1970-an hingga 1980-an. Penumpang kapal dari pulau Jawa sebelumnya memakai pelabuhan Srengsem tersebut hingga tahun 1981.

“Setelah dibangun pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan fasilitas pelabuhan Srengsem lambat laun tidak digunakan sehingga aktivitas kapal tidak ada lagi. Namun pohon beringin besar berusia ratusan tahun yang tumbuh bisa jadi penanda jejak transportasi laut antar pulau,” terang Buyung Hadiyanto saat ditemui Cendana News, Minggu (31/10/2021).

Buyung Hadiyanto bilang bagi warga kota Bandar Lampung pantai Tiska bisa jadi alternatif saat akhir pekan. Pemberian nama pantai Tiska sebutnya besar kemungkinan erat kaitannya dengan aset pantai.

Sebab pantai merupakan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) IV Tanjung Karang yang dalam sejarah pelabuhan Srengsem masih bernama PT Djawatan Kereta Api (PJKA).

Pantai tersebut ungkap Buyung Hadiyanto cukup nyaman. Sebab ditempuh hanya dalam waktu belasan menit ia bersama keluarga bisa menikmati suasana pantai.

Ombak tenang, pasir putih, air jernih jadi destinasi menyenangkan saat mengajak keluarga. Memandang kejauhan kapal dan sejumlah pulau di Teluk Lampung, kampung nelayan jadi pemandangan menyenangkan.

“Saya ajak anak-anak dan istri untuk menikmati suasana pantai saat akhir pekan dengan udara yang sejuk,” ulasnya.

Pepohonan besar dominan beringin dengan akar napas, kedondong laut dan berkanopi sebut Buyung Hadiyanto jadi peneduh. Mengajak keluarga ia sengaja membawa tikar, bekal makanan dari rumah. Saat akhir pekan dalam suasana liburan bersantai dengan keluarga jadi alternatif melepas penat di pantai Tiska.

Fasilitas di destinasi pantai Tiska sebut Buyung Hadiyanto cukup memadai. Pengunjung bisa masuk ke pantai cukup membayar tiket seharga Rp5.000 per orang.

Tiket kendaraan roda empat Rp10.000, kendaraan roda dua Rp5.000, parkir kendaraan Rp10.000. Fasilitas pondokan atau saung tempat bersantai disediakan dengan harga Rp25.000.

“Fasilitas toilet dan tempat bilas bagi pengunjung yang mandi juga disediakan untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung,” ulasnya.

Sejumlah warung penyedia penjualan makanan, minuman sebut Buyung Hadiyanto juga tersedia. Ia menyebut menikmati pantai bisa sembari menyeruput es dugan yang disediakan pada lokasi tersebut.

Sejumlah pedagang kuliner bakso, mi ayam hingga siomai dan ikan bakar juga disediakan sejumlah pedagang.

Membawa anak yang masih berusia enam tahun Buyung Hadiyanto menyebut pantai Tiska juga menyediakan pelampung ban. Pantai yang putih, air jernih sebutnya menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak. Meski bisa berendam, berenang ia mengaku perlu dilakukan pengawasan pada anak-anak.

Dewi Ariani, salah satu pengunjung pantai Tiska asal Merbau Mataram, Lampung Selatan mengaku mengajak keluarga. Selama hampir dua tahun pantai tersebut diakuinya sementara ditutup. Setelah dibuka ia mengajak anggota keluarga rekreasi di pantai tersebut.

“Pantai Tiska menjadi salah satu pantai terdekat sehingga menjadi tempat favorit bagi masyarakat,” ulasnya.

Mengajak anak sebut Dewi Ariani sekaligus menjadi cara untuk edukasi. Sebab dari pantai Tiska terlihat sejumlah kapal ferry, kapal kargo yang sandar di pelabuhan Panjang. Meski berada di dekat kota Bandar Lampung pantai Tiska jadi lokasi untuk bersantai bersama keluarga.

Salah satu penjaga parkir, Lukman, menyebut pantai Tiska kerap ramai dikunjungi kala libur. Pada hari biasa pantai dikunjungi setiap sore untuk menikmati matahari terbenam.

Pengunjung sebutnya tetap diimbau menerapkan protokol kesehatan saat berkunjung ke pantai Tiska.

Lihat juga...