‘Modal Kita’ Bantu Warga Kedungkandang Lepas dari Jeratan Rentenir

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Sudah belasan tahun lamanya Suwoyo (63), warga Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang, Kota Malang, menjalankan usaha berjualan mi keliling untuk menghidupi keluarganya.

Selama menjalankan usahanya ini, ia bahkan sempat terjerumus pada pinjaman bank titil atau rentenir.
Beruntung, hal tersebut tidak berlangsung lama dan ayah dari tiga orang anak ini mampu segera terlepas dari jeratan rentenir.

“Kalau dulu cari pinjaman sana-sini masih sulit, akhirnya saya terjerumus ke bank titil. Tapi sekarang dengan adanya pinjaman modal usaha Modal Kita dari Damandiri ini saya agak ringan dan bisa terlepas dari rentenir,” akunya, Senin (25/10/2021).

Diceritakan Suwoyo, selama ini ia telah dua kali mengajukan pinjaman Modal Kita yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri. Pinjaman pertama senilai dua juta dan pinjaman kedua lima juta rupiah.

“Pinjaman pertama untuk modal berjualan. Sedangkan yang kedua untuk tambahan modal usaha dan untuk memperbaiki rumah,” sebutnya.

Diakui Suwoyo, selama mengajukan pinjaman Modal Kita ia merasa tidak terlalu terbebani dalam membayar angsuran. Sebab ada waktu satu bulan untuk memutar uang sehingga bisa menyisihkan uang 20 ribu setiap hari agar bisa membayar cicilan angsuran.

“Selama ini Alhamdulillah pembayaran angsuran lancar, tidak pernah menunggak. Karena saya merasa punya kewajiban untuk membayar angsuran. Apalagi dari pihak koperasi sudah memberi kemudahan untuk mendapatkan pinjaman, jadi saya juga harus mudah untuk membayaran angsuran, itu prinsip saya. Saya mulai dulu memang begitu, kalau punya pinjaman selalu saya lunasi,” tandasnya.

Lebih lanjut, disampaikan Suwoyo, untuk menghidupi keluarganya, selama 15 tahun ini setiap hari ia menjajakan mi ayam keliling mulai jam 3 sore sampai jam 12 malam. Sedangkan selama pandemi, diakui Suwoyo penjualan mi ayamnya sempat mengalami penurunan.

“Kondisi pandemi ini usaha mi ayam memang agak berkurang karena penjualannya agak sulit. Sebelum pandemi biasaya orang-orang kalau sore banyak yang aktivitas di luar rumah, tapi saat ini banyak yang ada di dalam rumah. Jadi kalau jam 7 malam itu sudah tidak ada orang di luar. Tapi ya mau tidak mau kita harus telaten jualan sampai malam,” imbuhnya.

Sementara itu diakui Suwoyo, selain mendapatkan pinjaman modal usaha Modal Kita, ia juga pernah mendapatkan bantuan lantai jamban dari Yayasan Dana Sejahtera Mandiri.

Lihat juga...