Monas Batal Menjadi Lokasi Balapan Formula E

Aspal yang diuJicobakan untuk perhelatan Formula E di kawasan Tenggara Monas, Sabtu (22/2/2020) - foto Ant

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyebut, Monumen Nasional (Monas) batal menjadi lokasi balapan Formula E. Ada beberapa alasan yang menjadi penyebab keputusan tersebut diambil, salah satunya, status Monas sebagai cagar budaya dan kawasan ring satu.

“Monas itu adalah cagar budaya, masuk kategori heritage, dan lokasinya berada di ring satu. Jadi ada beberapa pertimbangan yang membuat Monas tidak bisa digunakan sebagai lokasi balapan. Harus dicari alternatif di tempat lain,” kata Ahmad Riza Patria, Kamis (7/10/2021).

Menurut pertimbangan tersebutlah yang membuat izin penggunaan Monumen Nasional sebagai lokasi balapan mobil Formula E, tidak turun. “Pemerintah pusat menyatakan, belum memungkinkan di Monas. Kami berusaha memahami, karenanya kami mencari alternatif lain di lima lokasi,” tandas Ahmad Riza.

Riza menjelaskan, BUMD Jakarta Propertindo (Jakpro) sedang memilih dari lima calon lokasi yang ada, lokasi mana yang akan diusulkan ke Formula E Operations Limited (FEO), untuk kemudian ditinjau. “Peninjauan itu direncanakan pada bulan ini. Nanti pihak Formula E dan Jakpro yang akan memastikan, apakah tempat itu memungkinkan atau tidak dari segi legalitas, teknis, dan lainnya,” jela Riza.

Riza menyebut, banyak faktor yang menjadi syarat bagi sebuah tempat menjadi lokasi balap Formula E, termasuk syarat protokol kesehatan. Kegiatan balap mobil Formula E itu adalah kompetisi internasional, sehingga harus memberikan nilai tambah bagi DKI Jakarta. “Harus di tempat yang menambah ikon Jakarta. Silakan teman-menunggu dan bersabar. nanti pada waktunya kami umumkan,” tutur Riza.

Sebelumnya, Riza Patria mengatakan, lokasi sirkuit Formula E dipastikan tidak di Monas. Namun saat ini opsi lokasi lainnya ada di lima tempat, di antaranya di Senayan dan di Pulau Reklamasi. (Ant)

Lihat juga...