Nelayan Cerdas Flotim Dilatih Tangkap Gurita dengan Pancing

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Para nelayan yang selama ini tergabung dalam Asosiasi Nelayan Cerdas Flores Timur (Flotim) Jaya, Nusa Tenggara Timur mendapatkan pelatihan Diseminasi Pembuatan Pancing Gurita oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Banyuwangi.

“Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 28 nelayan yang selama ini merupakan pemancing gurita,” kata Ketua Asosiasi Nelayan Cerdas Flotim Jaya, Rikardus Umbu saat dihubungi, Jumat (29/10/2021).

Icad sapaannya menyebutkan, 28 orang nelayan pancing gurita ini tersebar di Kabupaten Flores Timur diantaranya dari Lamakera kecamatan Solor Timur, Waibao, Lamaojan dan Riangpuho di Kecamatan Tanjung Bunga.

Dia menjelaskan, dalam pelatihan ini terdapat 2 sesi meliputi sesi teori dan sesi praktik pembuatan alat pancing gurita yang memang banyak nelayan masih belum bisa membuatnya sendiri.

Ketua Asosiasi Nelayan Cerdas Flotim Jaya,  Rikardus Umbu, saat ditemui di Larantuka, Minggu (17/10/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia berterima kasih kepada pihak BPPP Banyuwangi karena rencana pelatihan yang diinisiasi sejak tiga bulan terakhir melalui berbagai tantangan akhirnya dapat terlaksana pada Kamis (28/10) dengan baik.

“Niat kita cuma mau membantu nelayan meningkatkan kapasitas tangkapannya. Memang selama ini mereka adalah nelayan penangkap gurita dan sudah menyumbangkan hasil tangkapannya untuk kebutuhan ekspor gurita,” terangnya.

Icada mengatakan, melalui kegiatan ini para nelayan gurita bisa menyerap ilmu dari pelatih sehingga kemampuannya bertambah baik dari sisi sumber daya manusianya maupun dari sisi teknologi dan peralatan tangkapnya.

Sementara itu, Madyunin, instruktur atau pelatih dari BPPP Banyuwangi dalam pemaparan  singkatnya mengatakan, secara teori para nelayan yang menjadi peserta ini adalah bukan nelayan pemula.

Madyunin menyebutkan, dengan begitu tidak membutuhkan banyak teori sehingga waktu untuk teori hanya sedikit dengan melakukan pemutaran video-video memancing gurita.

“ Selebihnya kita melaksanakan kegiatan praktik pembuatan alat pancing gurita yang dipandu langsung oleh saya,” ucapnya.

Sementara itu, Lukman Riberu salah seorang tokoh masyarakat yang peduli terhadap nelayan mengakui senang bisa melihat para nelayan mendapatkan pelatihan ini.

Manurut Lukman, kualitas dan kemampuan nelayan kecil harus selalu ditingkatkan baik soal penangkapan gurita secara baik dan benar maupun pembuatan alat pancingnya yang murah dan ramah lingkungan.

“Saya berharap agar para nelayan pemancing gurita bisa memanfaatkan ilmu yang didapat agar bisa meningkatkan hasil tangkapan agar pendapatan yang diperoleh pun meningkat,” pungkanya.

Lihat juga...