Olahraga Ketapel Kian Diminati di Kabupaten Bekasi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Slepetan Bekasi Klub (SBK) menjadi salah satu pelestari mainan tradisional ketapel yang memiliki beragam sebutan khas daerah. Untuk wilayah Bekasi mainan tradisional tersebut dikenal dengan slepetan, biasa jadi senjata atau mainan tradisional berbahan kayu yang dibentuk huruf Y.

Olahraga satu ini sekarang sudah menjadi salah satu cabang olahraga prestasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora). Untuk wilayah Kabupaten Bekasi atlet ketapel sudah mencapai 50-an di bawah binaan SBK.

“SBK khusus membina prestasi dan tempat berkumpulnya pecinta olahraga slepetan di wilayah Kabupaten Bekasi. Sampai sekarang ada 50-an atlet di bawah binaan SBK, dan setiap hari Minggu latihan di Cibeureum, Desa Lambangsari,” kata Baba Nongkin, salah satu penasihat SBK Bekasi, kepada Cendana News, Jumat (1/10/2021).

Dikatakan penyuka slepetan di Bekasi tak hanya dari kalangan senior, tapi banyak anak muda mulai menyukai olahraga ketapel dan ikut latihan bersama. Selain  bisa melatih konsentrasi melalui teknik tersendiri, olahraga ini sekarang dipertandingkan dan menjadi bagian dari prestasi.

Slepetan atau ketapel, olahraga tradisional itu saat ini sudah masuk menjadi salah satu cabang olahraga prestasi secara nasional. Di wilayah Kabupaten Bekasi, atlet slepetan binaan SBK sudah mencapai puluhan, dan setiap minnggu berlatih rutin, Jumat (1/10/2021). -Foto: M. Amin

Menurutnya Baba Nongkin, olahraga ketapel  sebagai permainan yang menghibur. Bahkan SBK telah mengikuti berbagai turnamen di beberapa wilayah Jabodetabek. Terakhir, jelas Baba Nongkin, mengikuti turnamen ketapel di Tangerang dan atlet slepetan Bekasi meraih juara 3.

“Slepetan ini memiliki lima kategori, salah satunya bohun steel atau cara lama dalam membidik target sasaran. Ada lagi teknik OTT, semuanya itu sasaran mirip dengan memanah dengan klasifikasi jarak 10 hingga 15 meter. Namun menggunakan spinner atau gotri bohel biji laher ukuran tertentu sebagai pelurunya,” ujar Baba Nongkin.

Keunikan dari olahraga ini adalah untuk mengolahragakan masyarakat. Karena jarak sasar (spinner) 15 atau 10 meter dari paling terkecil 10 ml ke 50 mili meter mirip dengan sasar dalam olahraga memanah.

Baba Nongkin, mengatakan olahraga katapel memiliki teknik khusus terutama berfungsi untuk melatih motorik. Sehingga diajarkan untuk fokus dan tangan tak goyang. “Selain tangan tidak goyang, mata juga harus fokus pada sasaran. Pelurunya bukan batu tapi peluru gotri, saat pelaksanaan turnamen,” paparnya.

Jiung, budayawan pegiat slepetan Bekasi, mengakui mulai menghidupkan permainan tradisional tersebut pada tahun 2019 hingga menjadi salah satu cabang olahraga di tingkat nasional.

“Ketapel atau slepetan bahasa Bekasi-nya ini, adalah olahraga tidak hanya motorik mata tapi juga melatih skill, psikologi, juga rasa, dengan teknik khusus,” papar Jiung seraya mengatakan konsentrasi motorik manusia, di pakai sejauh mana target sasaran terkecil bahkan sampai seperti jarum pentol target terkecil kena.

Saat ini ketapel juga mulai diminati di ahli militeri untuk survival sebagai alat yang tidak modern, termasuk ketapel. Filosofi ketapel itu sendiri pada prosesnya yang tujuan fokus karena ada target dan sasaran yang menjadi keinginan hati.

Lihat juga...