Optimalkan Pelayanan Kesehatan, Kelurahan Susukan Lakukan ‘Swab’ Keliling

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Warga RT 06 RW 02 Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, sangat antusias mengikuti pemeriksaan virus corona melalui tes swab. Pemeriksaan swab ini dilakukan secara keliling oleh para kader tracer Covid -19 dengan mendatangi rumah warga.

Lisnawati (28) salah satu warga RT 006 RW 002 mengaku sudah divaksin pertama, namun untuk pemeriksaan swab belum pernah. Menurutnya, swab keliling mendatangi rumah warga ini sebagai bukti pelayanan kesehatan yang optimal bagi warga di tengah pandemi Covid-19.

Swab-nya gratis didatangi pula ke rumah-rumah, ini bukti kesehatan warga sangat diperhatikan. Swab ini untuk deteksi ada virus corona atau tidak dalam tubuh kita. Jadi mesti saya sudah divaksin, tetap harus swab biar nyaman,” ujar Lisna, kepada Cendana News saat ditemui usai swab di rumahnya di Jalan Makmur IV, Kelurahan Susukan, Jumat (8/10/2021).

Sekretaris Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU) RW 02 Kelurahan Susukan, Sulistiorini mengatakan, dalam upaya memantau kesehatan warga di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda, pihaknya melakukan pemeriksaan swab keliling mendatangi rumah warga.

Sekretaris Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU) RW 02 Kelurahan Susukan, Sulistiorini yang merupakan kader tracer Covid-19 ditemui Cendana News di sela-sela kegiatan swab keliling di wilayah RT 06 RW 02, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (8/10/2021). Foto: Sri Sugiarti.

Adapun nama programnya adalah Active Case Finding (ACF) yang diselenggarakan oleh Puskesmas Ciracas.

“Tiap hari, kami keliling swab warga mengawal program puskesmas agar Jakarta terbebas dari Covid-19,” ujar Rini demikian panggilan Sulistiorini kepada Cendana News, Jumat (8/10/2021).

Menurutnya, tujuan dari ACF bukan untuk mencari kasus baru, melainkan agar mendapatkan positive rate di bawah 5 persen. Upaya ini untuk menentukan warga Jakarta sudah terbebas dari pandemi dan bisa menghapus PPKM (Pembatasan Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat).

“Kita mencari positive rate di bawah 5 persen supaya level PPKM bisa turun. Maka kita menargetkan 1/3 dari jumlah warga. Tapi kan susah ya namanya orang swab nggak seperti divaksin. Kalau vaksin sekarang orang pada nyari-nyari. Kalau swab, kita mesti merayu warga dulu,” jelas Rini yang merupakan kader tracer Covid-19.

Dikatakan dia, di wilayah kecamatan Ciracas sudah terjadwal per RW setiap harinya untuk melakukan tes swab keliling. Pada Jumat ini, giliran warga RT 06 RW 02 yang dikunjungi.

Dari sekian banyak warga yang sudah swab menurutnya, bukan berarti tidak ada yang positif. “Ada, tapi persentasenya sangat kecil. Kita sudah swab yang keliling ini hampir 3000-an warga, yang positif itu 3-4 orang, sedikit ya,” ujarnya.

Dalam kegiatan swab keliling ini, tidak menargetkan harus seberapa banyak warga yang swab setiap harinya. Karena suksesnya gerakan ini tergantung hasil negosiasi dengan warga.

Kan kesadaran masyarakat itu berbeda-beda, ada yang suka rela mau dites swab. Ada yang diajak ngobrol lama dulu dan ada yang benar-benar nggak mau. Jadi, ACF ini pendekatan langsung ke masyarakat,” jelasnya.

Dengan semakin banyak warga yang swab menurutnya, pihaknya akan mengetahui berapa persentase yang masih positif saat ini.

“Jadi, swab ini untuk deteksi dini supaya kalau ada yang ternyata positif bisa cepat penanganannya. Untuk hasil swab nanti warga akan ditelepon, diberitahu,” ujarnya.

Untuk swab keliling ini telah dilakukan sejak Agustus 2021. Namun saat tsunami Covid-19, pelaksanaan swab diadakan dengan mengundang warga yang terkontak erat dengan yang positif. Untuk melakukan tes swab di puskesmas Ciracas.

Dalam upaya mengoptimalkan kesehatan bagi warga, kemudian diadakan ACF pendekatan langsung ke masyarakat.

“Akhir September lalu, kecamatan Ciracas sudah level 1. Tapi kita kan masih ikut tingkat nasional, meningkat lagi kayaknya mulai agak naik lagi. Makanya dibagi ada swab keliling, ada yang ke sekolah dan tim vaksinator,” tandasnya.

Selain tes swab, diadakan juga pemeriksaan gula darah dan kolesterol bagi warga RT 06 RW 02. Mengingat kata Rini, selama pandemi pelayanan Posyandu dihentikan, sehingga dalam kegiatan ACF ini dibarengi pemeriksaan kesehatan lainnya.

“Ini ACF dan terintegrasi screening penyakit tidak menular yang dilaksanakan dengan swab, dan periksa gula darah serta kolesterol,” jelasnya.

Ketua RT 06/02 Susukan, Harun menyambut baik swab keliling bagi warganya. Apalagi menurutnya, wilayahnya pernah berada di zona merah.

Ketua RT 06/02 Susukan, Harun ditemui Cendana News di sela-sela kegiatan swab keliling di wilayah RT 06 RW 02, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (8/10/2021). Foto: Sri Sugiarti.

“RW 02, pusat zona merah Covid-19 ya di wilayah RT 06 ini, itu bulan Juni. Sekarang sudah zona hijau. Tapi kan tetap harus waspada optimalkan kesehatan warga. Dan swab ini untuk deteksi, pencegahan,” pungkas Harun.

Lihat juga...