Pajak Kendaraan Bermotor Andalan Gorontalo Meraup PAD

Kepala Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, memberikan keterangan pers kepada wartawan di Maqna Hotel, Kota Gorontalo - Foto Ant

GORONTALO  Pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama menjadi, menjadi andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, untuk mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Di Gorontalo kita memiliki sembilan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) yang menjadi lokasi pembayaran pajak kendaraan,” ujar Kepala Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, pada konferensi pers di Maqna Hotel, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Kamis (7/10/2021).

Sembilan Samsat tersebut berada lima kabupaten dan satu kota di Provinsi Gorontalo, yaitu Samsat Pohuwato, Marisa, Tilamuta, Kwandang, Sumalata, Limboto, Kota, Bone Bolango dan Bilungala. Untuk mendukung kemudahan pembayaran pajak, Danial menyebut, Pemprov Gorontalo berencana menggunakan sistem pembayaran digital Quick Respond Indonesian Code Standard (QRIS), untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Gorontalo, mulai memperkenalkan sistem pembayaran transasksi nontunai, dengan menggunakan Quick Respond Indonesia Standard tersebut kepada Pemprov Gorontalo sejak 2020 lalu. QRIS, merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari BI, yang mengintegrasikan seluruh aplikasi yang menyediakan atau menerima pembayaran dengan QR Code.

Lihat juga...