Pandemi, Kedai Kopi Mai Sai Mulai Ramai Dikunjungi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Kedai kopi Mai Sai milik Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai ramai dikunjungi meskipun sedang dalam masa pandemi Covid-19.

Sejak diresmikan tanggal 26 Juni 2021 lalu, kedai kopi ini menjadi salah satu kedai yang menjadi tempat nongkrong dan bersantai bagi warga di Kota Maumere.

“Sekarang sudah mulai ramai dikunjungi meskipun Sikka masih masuk level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM,” kata Yohanes Adrianus Betu, karyawan di Kedai Kopi Mai Sai, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di tempat usahanya di Kelurahan Kota Uneng, Selasa (26/10/2021).

Karyawan di Kedai Kopi Mai Sai milik Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Yohanes Adrianus Betu saat ditemui di tempat kerjanya di Kelurahan Kota Uneng, Selasa (26/10/2021). Foto: Ebed de Rosary

John sapaannya menjelaskan, dalam sehari pengunjung bisa lebih dari 20 orang yang biasanya para tamu datang dalam rombongan sekadar bersantai menikmati secangkir kopi.

Dia katakan, hampir semua kopi yang disiapkan berasal dari beberapa wilayah di Pulau Flores termasuk jenis Arabika Mandailing dari Sumatera Utara.

Ia paparkan, ada Kopi Arabika Loke dan Manggarai, Robusta Mekendetung, Gera, Manggarai san Hokeng serta Yellow Caturra Manggarai.

“Kami sementara hanya menjual Expresso seharga Rp7 ribu dan Kopi Late Rp10 ribu per gelasnya,. Ada yang sudah dimasukkan ke botol dan ditempatkan di lemari pendingin sehingga bisa langaung diminum selain yang harus diracik terlebih dahulu,” ujarnya.

John mengakui pihaknya selalu berinovasi dan melakukan berbagai pembenahan agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pengunjung terlebih para pelanggan setia.

Sementara itu, salah seorang pengunjung Kedai Kopi Mai Sai, Arnold Welin mengakui sering mengonsumsi kopi yang dihidangkan di kedai ini sebab rasanya khas dan berasal dari beberapa wilayah di Pulau Flores.

Arnold menyebutkan, kedai ini memiliki penataan tempat yang bagus dan nyaman untuk bersantai apalagi pengunjung bisa memainkan alat musik sendiri sambil menyanyi atau berkaraoke.

“Tempatnya nyaman untuk bersantai melepas penat sehabis menjalani rutinitas kerja. Furniturnya pun terbuat dari kayu dan terkesan artistik, serta terdapat bunga-bunga hidup di dalam pot yang membuat ruangannya semakin indah meski tidak terlalu besar,” ungkapnya.

Arnold mengakui, harga jual kopinya tergolong murah dan terjangkau sehingga membuat anak-anak muda sering mendatangi tempat ini melepas lelah sambil minum kopi.

Lihat juga...