Pantai Kawaliwu di Flotim Butuh Perhatian

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA – Sebagai sebuah pantai yang ramai dikunjungi wisatawan lokal, pantai Kawaliwu di Desa Sinar Hading, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur (Flotim) hingga kini belum dilakukan pendataan secara baik.

Warga Desa Mokantarak, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rikardus Buto Lewar saat ditemui di Desa Riangkotek, Kecamatan Lewolema, Sabtu (24/9/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Masih belum ditata dengan baik. Sarana dan pra sarananya belum tersedia,” kata Rikardus Buto Lewar, warga Desa Mokantarak, Kecamatan Larantuka, Flores Timur, NTT, Yakobus Buto Lewar saat dihubungi, Minggu (3/10/2021).

Erik sapaannya menyebutkan, Pantai Kawaliwu tidak memiliki sarana kamar mandi dan toilet, padahal setiap pengunjung yang datang ke pantai ini selalu mandi air panas di pantai ini.

Lanjutnya, air panas diperoleh dengan cara menggali pasir di pesisir pantai lalu disiram ke sekujur tubuh menggunakan gayung atau sarana lainnya yang dibawa pengunjung.

“Banyak yang menggali pasir di pantai untuk berendam. Air panasnya terasa hangat dan banyak yang mempercayai bisa mengobati penyakit dan menghilangkan pegal-pegal,” ucapnya.

Erik menyebutkan, air panas ini kemungkinan berasal dari gunung berapi sehingga mengandung belerang yang bisa juga untuk mengobati penyakit yang diderita.

Makanya kata dia, hampir saban sore banyak pengunjung dari Kota Larantuka datang ke lokasi pantai ini untuk sekedar merendam badan di kolam air panas yang digali sendiri di pasir.

“Coba kalau dibangun kolam air panas, pasti banyak yang datang kesini. Pengunjung juga datang menyaksikan matahari terbenam dan indahnya Teluk Hading saat senja,” ujarnya.

Sementara itu Arnold Ritan warga Desa Riangkotek menyebutkan, lokasi Pantai Kawaliwu memang ramai dikunjungi wisatawan domestik, karena bisa menyaksikan suasana matahari terbenam.

Arnold katakan, lokasi lahan di pantai tersebut memang sedang dalam sengketa sehingga kemungkinan besar belum ada kesepakatan soal lahan yang membuat pemerintah kesulitan melakukan penataan.

“Memang lahan di lokasi pantai wisata ini sedang dalam sengketa antar dua desa. Kami anak muda juga mau mengelola pantai wisata ini sebab pasti akan banyak wisatawan yang datang kalau ditata dengan baik,” ucapnya.

Lihat juga...