Pantai Kita di Maumere Gencar Hijaukan Lokasi Wisata

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Pantai Kita merupakan salah satu pantai wisata di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipenuhi pepohonan rindang di sekitarnya sehingga membuat tempat ini teduh.

Penjaga pantai wisata, Pantai Kita di Kelurahan Wailiti, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di tempat kerjanya, Rabu (20/10/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Di tempat kami, pepohonan dibiarkan tumbuh subur dan rindang agar tempatnya menjadi sejuk,” kata Adrianus Weron, penjaga pantai wisata Pantai Kita di Kelurahan Wailiti, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui, Rabu (20/10/2021).

Adrianus menyebutkan, pihaknya pun tetap menanam pepohonan kelapa, ketapang, waru, pandan laut, mangga serta Reo atau Kudu di sepanjang pantai dan di komplek pantai wisata.

Ia mengakui sudah banyak pohon yang berusia tua sehingga perlu dilakukan penanaman kembali, termasuk memikirkan bagaimana agar bisa menanam kembali bakau di pantai ini.

“Kami mau menanam bakau, namun masyarakat sering mencari ikan, gurita atau kerang di laut saat air surut, sehingga membuat anakan bakau terinjak dan mati. Kami menanam di bagian belakang pondok-pondok dan bisa tumbu subur,” ucapnya.

Sementara itu Endi Dinong selaku pemilik tempat wisata mengatakan, pihaknya melarang agar pepohonan yang rimbun ditebang agar bisa membuat tempat wisata ini sejuk serta sebagai penahan angin.

Endi sebutkan, saat musim angin kencang, puluhan pondok yang dibangun di pesisir pantai tidak mengalami kerusakan karena adanya banyak pepohonan yang berada di sekitarnya.

“Rumah saya dan beberapa warga juga aman bila ada angin kencang. Di kebun sekitar rumah saya pun banyak ditanami pohon ketapang dan kelapa sehingga lebih teduh,” ucapnya.

Endi mengakui, adanya puluhan pohon kelapa yang telah ditanami di sepanjang pantai sejak 5 tahun lalu membuat banyak kelapa yang sudah berbuah lebat.

Dirinya bersyukur dengan adanya pohon kelapa yang telah berbuah membuat pihaknya bisa mendapatkan keuntungan dari menjual kelapa muda kepada para pengunjung.

Lanjutnya, satu buah kelapa muda dijual seharga Rp5 ribu dan dalam sehari bisa mendapatkan pemasukan minimal Rp100 ribu.

“Selain membuat pantai menjadi sejuk dengan adanya pepohonan kelapa yang ditanam, kita juga mendapatkan keuntungan dari menjual kelapa muda kepada pengunjung pantai wisata ini,” ungkapnya.

Lihat juga...