Pasar Batik Khas Bekasi Mulai Bergeliat

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Pasar batik khas Bekasi mulai bergeliat setelah lama vakum akibat andemi Covid-19. Perlahan, pesanan untuk motif batik tertentu mulai bertambah, salah satunya seperti yang dialami sejumlah perajin di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Alhamdulillah, pasaran batik mulai ada beberapa waktu terakhir. Pesanan mulai berdatangan dari berbagai pihak. Semoga kondisi terus membaik,” ungkap Sarbiyah, perajin Batik Canting Ayu saat ditemui di rumah produksinya di Desa Setiadharma, Tambun Selatan, Selasa (26/10/2021).

Canting Ayu merupakan produsen Batik Tulis dan Cap di Desa Setiadharma, Tambun Selatan di bawah binaan UMKM. Selama ini, Sarbiyah mengakui produksinya berhenti karena minimnya pesanan selama pandemi.

Menurutnya, Canting Ayu fokus mengembangkan motif tema khas Kabupaten Bekasi, meliputi golok Bekasi dipadu dengan daun asam, saung Ranggon dan lainnya untuk dikembangkan menjadi motif khusus dan cukup dikenal di Bekasi.

“Untuk harga menyesuaikan tingkat kesulitan, terutama jenis batik tulis. Harga mulai Rp600an ribu hingga di atas Rp1 juta dengan ukuran 2,5 meter. Batik cap lebih murah,” jelas Sarbiyah, yang melakukan pemasaran offline dan online.

Sarbiyah, perajin batik khas Bekasi di tempat produksinya di desa Setiadharma, Tambun Selatan, Bekasi, Selasa (26/10/2021). –Foto: M Amin

Batik tulis banyak pesanan, terutama dari kalangan pejabat atau sebagai oleh-oleh khas Bekasi. Karena ciri khas membawa nama khas daerah. Selain ciri khas, banyak lagi motif nasional lainnya sesuai pesanan.

“Kami bisa menerima orderan untuk motif tertentu. Bisa juga diundang untuk memberikan pembelajaran teknik membatik, baik batik tulis atau cap,” tukasnya, mengaku mendapat perhatian dari pemerintah desa dan kabupaten.

Ketua UMKM Tambun Selatan, Irwanto, mengatakan Batik Canting Ayu menjadi salah satu binaan yang membawa nama Bekasi dan telah diakui untuk dibawa pameran ke berbagai wilayah mengenalkan batik khas Bekasi.

“Canting Ayu dengan motif khas Bekasi seperti golok, Ranggon dan daun asam sudah cukup dikenal. Terutama Motif paduan golok dan daun asam,” papar Irwanto.

Perhatian diberikan seperti pelatihan, cara pemasaran seperti melalui online dan galeri khusus UMKM sampai ke pengaturan keuangan bersama pelaku UKM lainnya sebagai bentuk perhatian.

Lihat juga...