Pasien COVID-19 di Kendari Tersisa Tiga Orang

Peta sebaran COVID-19 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) per Rabu (13/10/2021) - Foto Ant

KENDARI – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut, kasus aktif pasien terinfeksi SARS-CoV-2 di daerah itu tersisa tiga orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kendari, Algazali mengatakan, pasien aktif di kota itu melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, karena masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). “Per 13 Oktober 2021, kasus aktif COVID-19 di Kota Kendari tinggal tiga orang setelah ada penambahan kasus sembuh empat orang,” kata dia, Rabu (13/10/2021).

Pasien sembuh pada Rabu (13/10/2021), masing-masing satu orang dari Kecamatan Wuawua, Baruga, Kadia Nambo. Dengan begitu, saat ini terdapat delapan dari 11 kecamatan di daerah tersebut nol kasus COVID-19.

Algazali menyampaikan, pasien aktif di Kota Kendari saat ini tersebar di tiga kecamatan, yaitu Poasia satu orang, Kendari satu orang, dan Kendari Barat satu orang. Ketiganya masuk kategori pasien COVID-19 OTG, sehingga menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Perkembangan COVID-19 di Kendari, pada Rabu (13/10/2021), hanya terdapat pasien sembuh, sedangkan kasus positif tidak ada penambahan. Secara keseluruhan, kasus terkonfirmasi COVID-19 di daerah itu 7.712 orang. Dan dari jumlah itu, 7.614 orang atau 98,73 persen sudah dinyatakan sembuh.

Sisanya, merupakan kasus aktif menjalani perawatan dan isolasi dalam masa penyembuhan. “Kasus meninggal tidak ada penambahan tetap tercatat 95 orang,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kendari itu.

Algazali mengingatkan, semua pihak menaati protokol kesehatan, utamanya 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas ketika menjalankan aktivitas produktif sehari-hari. “Meski kasus sembuh terus meningkat namun protokol kesehatan harus selalu dilakukan dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari sehingga tidak terjadi kembali lonjakan kasus seperti pada gelombang kedua,” tandasnya.

Dia mengajak masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi yang digalakkan pemerintah, sebagai upaya meningkatkan imun tubuh sehingga mencegah dari infeksi virus corona jenis baru dan variannya. (Ant)

Lihat juga...