Pasien Covid-19 Turun, RSUD Situbondo Fungsikan Kamar Pasien Umum

Editor: Makmun Hidayat

SITUBONDO — Layanan perawatan pasien umum kembali diberlakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdoer Rahem, Situbondo. Sebanyak 70 pasien kategori rawat umum, telah menjalani rawat inap sejak satu bulan yang lalu.

Kasubag TU RSUD Situbondo, Hery Winarno mengatakan, penurunan kasus pasien paparan positif Covid-19 di Situbondo, menjadikan beberapa ruang perawatan di RSUD membuka kembali fasilitas rawat inap untuk pasien umum. Sebelumnya ruangan yang tersedia digunakan sebagai kamar pasien positif Covid-19.

“Kasus penderita pasien Positif Covid-19 di sini jumlahnya sudah sedikit. Mereka yang menjalani rawat inap jumlahnya di bawah angka 10 pasien,” ujar Hery Winarno kepada Cendana News, di wilayah Kelurahan Patokan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, Jumat (1/10/2021).

Hery Winarno, saat ditemui di wilayah Kelurahan Patokan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, Jumat (1/10/2021). -Foto: Iwan Feri Yanto

Hery menambahkan, ruangan yang kembali diaktifkan untuk pasien umum, terdiri dari tiga ruangan dengan kapasitas kamar sebanyak 16 kamar, terdiri dari Ruang Nusa Indah, Ruang Tulip, dan Ruang Dahlia.

“Saat ini beberapa ruang yang disediakan untuk pasien umum difungsikan secara berbeda. Untuk ruangan Dahlia digunakan sebagai perawatan kasus neorologine, sedangkan ruangan Tulip untuk perawatan kasus jantung dan paru, dan untuk ruangan Nusa Indah digunakan perawatan kasus penyakit dalam,” jelasnya.

Lebih lanjut Hery mengatakan, sebelum diaktifkan kembali ruangan untuk pasien umum, beberapa ruangan telah dilakukan sterilisasi menggunakan disinfektan. Proses sterilisasi sendiri dilakukan dalam kurun waktu selama dua minggu.

“Selama dua minggu, ruangan Tulip, Nusa Indah dan Dahlia dilakukan penyemprotan secara rutin. Hal ini bertujuan untuk memastikan ruangan tersebut aman dari Covid-19,” ucapnya.

Heri mengaku, sebagian pasien yang melakukan rawat inap kembali tidak takut. Karena, stigma buruk yang beredar di masyarakat luas membuat para masyarakat takut untuk berobat di rumah sakit.

“Citra buruk terhadap rumah sakit yang beredar luas di masyarakat, bahwa rumah sakit melakukan upaya meng-covid-kan pasien. Padahal yang sebenarnya tidak seperti itu. Namun, saat ini stigma buruk tersebut sudah hilang, masyarakat sudah tidak takut kembali untuk berobat di rumah sakit,” ungkapnya.

Heri menambahkan, masyarakat yang menjalani perawatan di rumah sakit sudah lebih tenang. Artinya ketakutan-ketakutan yang dirasakan pasien sendiri sudah hilang.

Lihat juga...