PAUD Karya Ilahi Maumere Buka SLB

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Karya Ilahi di Kelurahan Waioti, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, membuka Sekolah Luar Biasa (SLB) guna menampung anak-anak berkebutuhan khusus.

“Banyak anak berkebutuhan khusus yang perlu penanganan, sehingga kami pun sudah membuka Sekolah Luar Biasa (SLB),“ kata Pendiri PAUD Karya Ilahi, Maumere, Ursula Maria, saat dihubungi, Kamis (28/10/2021).

Ursula menyebutkan, sekolahnya menampung 24 anak berkebutuhan khusus dengan jenjang sekolah mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Manengah Atas (SMA) yang belum bisa bersekolah di sekolah umum.

Ia mengatakan, dengan membuka SLB, maka sekolahnya mendapatkan bantuan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah untuk membiayai kegiatan pembelajaran di sekolah ini.

“Sejak adanya dana BOS, maka guru-guru yang mengajar di sekolah ini sudah bisa mendapatkan honor yang diambil dari dana tersebut. Kami memiliki 10 tenaga guru yang sudah berpengalaman mendidik anak berkebutuhan khusus,” ucapnya.

Pendiri sekaligus Kepala Sekolah SLB Karya Ilahi,Waioti, Maumere, Kabupaten Sikka,NTT, Ursula Maria, saat ditemui di sekolahnya, Jumat (10/9/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Ursula menambahkan, selain 10 guru sekolahnya juga merekrut masing-masing seorang tenaga operator komputer, instruktur, tata usaha, petugas kebersihan serta petugas keamanan (security).

Dia menerangkan, semua tenaga kerja ini dibiayai dari dana BOS, sehingga pihaknya tidak kesulitan untuk mencari sumber dana, guna membiayai honor para tenaga kerja.

“Dulu masih PAUD kami hanya mengandalkan uang dari orang tua murid dan donatur. Kini setelah ada dana BOS, kami bisa terbantu untuk membayar gaji guru yang lebih layak,” ucapnya.

Ursula mengaku, selama 2 bulan sejak Oktober hingga November 2021 ini sekolahnya sedang dalam taraf pembangunan berkat bantuan sebuah yayasan di Jakarta.

Ia menerangkan, yayasan tersebut membangun gedung baru dan melengkapi dengan aneka perabotan dan permainan, sehingga untuk sementara waktu aktivitas belajar mengajar berlangsung di rumah kontrakan.

“Kami mengontrak rumah dengan biaya Rp1,7 juta per bulan. Biayanya ditanggung oleh orang tua murid, sebab mereka tidak mau kalau anak-anak diliburkan dahulu selama 2 bulan selama proses pembangunan gedung berlangsung,” ucapnya.

Sementara itu, Dion Mbalembout, selaku penanggungjawab pembangunan gedung PAUD Karya Ilahi dari lembaga Happy Hearts, menjelaskan pihaknya membangun gedung tersebut selama kurun waktu 1,2 bulan dan maksimal 1,3 bulan.

Dion menyebutkan, selama proses pembangunan para murid terpaksa harus belajar di tempat lain terlebih dahulu, sebab pasti aktivitas pembelajaran terganggu, apalagi para pekerja juga menginap di sekolah tersebut.

“Kita targetkan paling lama 1,3 bulan sudah selesai, sehingga pihak sekolah tidak boleh terlalu lama mengontrak rumah untuk dijadikan temat belajar mengajar sementara,” ucapnya.

Lihat juga...