PAUD Restorasi Undang Relawan Mengajar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Restorasi di Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuka kesempatan bagi para guru relawan.

“Kami membuka kesempatan kepada para relawan yang ingin menjadi guru di PAUD Restorasi untuk mengajar apa saja sesuai dengan kemampuan mereka,” kata Remigius Nong, pendiri dan pengelola PAUD Restorasi di Kelurahan Wuring, Kabupaten Sikka, NTT saat dihubungi, Kamis (14/10/2021).

Remigius Nong, pendiri dan pengelola PAUD Restorasi di Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di sekolahnya, Jumat (6/8/2021). Foto: Ebed de Rosary

Remi sapaannya menyebutkan, siapa saja yang berminat mengajar bisa disediakan waktu sesuai dengan jadwal yang diinginkan sesuai dengan jam belajar di PAUD Restorasi.

Ia menjelaskan, adanya guru relawan yang mengajar diharapkan membangkitkan semangat anak-anak dalam belajar dan memberi suasana baru bagi anak-anak karena ada pengajar lainnya juga.

“Biar anak-anak juga tidak bosan dan memacu semangat mereka dalam belajar. Mungkin ada ilmu baru yang bisa kami dapat dari para relawan dalam mendidik anak-anak usia dini,” ungkapnya.

Remi mengakui setelah diposting di media sosial ternyata banyak relawan yang tertarik mengajar terutama anak-anak muda yang tentunya memotivasi untuk terus mengembangkan sekolah ini.

Dia berterus terang, setiap anak didik di sekolah ini tidak dipungut biaya namun mereka diwajibkan untuk menabung sebesar Rp2 ribu per hari di dalam wadah botol air mineral.

“Uang hasil tabungan nantinya dipergunakan untuk kegiatan anak-anak serta membeli seragam. Para guru yang mengajar di tempat kami juga merupakan relawan yang berasal dari sekitar sekolah,” ucapnya.

Remi menambahkan PAUD Restorasi telah masuk angkatan ke-4 dan tetap menampung anak-anak dari sekitar lingkungan sekolah yang orang tuanya berpenghasilan rendah atau tidak mampu.

“Anak-anak yang telah tamat dan melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar pun kami berikan kesempatan agar mereka bisa menjadi pendidik sebaya. Mereka mendampingi adik-adik mereka belajar,” ungkapnya.

Mantan relawan PAUD Literasi, Chois Baga, mengakui sekolah ini selalu tampil dengan ide-ide cemerlang dan kreatif lewat berbagai kegiatan yang dicetuskan oleh pendirinya.

Chois menyebutkan, zaman sekarang sulit untuk mencari orang yang mau mendirikan sekolah gratis apalagi para guru yang mengajar di sekolah ini pun berasal dari para relawan yang tinggal di sekitar sekolah.

“Banyak ide-ide kreatif yang dijalankan di sekolah ini sehingga membuat anak-anak bisa bersemangat belajar. Di sekolah ini anak-anak sejak dini dilatih untuk mandiri dan berani tampil dengan membuat program pendidik sebaya,” ungkapnya.

Lihat juga...