Pedagang di Pasar Manis Purwokerto Mulai Ramai Pembeli

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Seiring dengan longgarnya aktivitas serta pembatasan sosial, Pasar Manis Purwokerto juga mulai ramai pembeli. Bahkan, pembeli dari luar kota juga sudah mulai banyak berdatangan, omzet para pedagang secara berangsur mengalami kenaikan.

Sebagaimana disampaikan penjual ikan asin dan ikan bandeng di pasar Manis, Nurjanah. Ia mengaku mulai merasakan ada peningkatan penjualan sejak satu bulan terakhir. Namun, yang sangat terasa dalam dua minggu terakhir.

“Sudah banyak pembeli, dari luar kota juga sudah banyak yang berbelanja di sini, sebagian merupakan warga Banyumas yang sedang pulang kampung, karena kemarin selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak bisa pulang,” katanya, Selasa (12/10/2021).

Nurjanah menuturkan, dalam situasi pasar sepi pengunjung, produksi bandeng presto miliknya sebanyak 50 kilogram bisa baru habis dalam waktu 4-5 hari. Namun, saat ini bandeng presto sebanyak 50 gram bisa habis dalam waktu 2 hari.

Begitu pula dengan barang dagangan lainnya, seperti ikan asin, ikan asap, ikan tongkol dan lainnya. Hampir semuanya mengalami peningkatan omzet penjualan dalam dua pekan terakhir.

Menurut Nurjanah yang sudah belasan tahun berjualan di Pasar Manis Purwokerto, kondisi pasar sepi pembeli baru pernah terjadi sangat sepi saat PPKM kemarin. Dalam satu hari tingkat kunjungan bisa dihitung dengan jari, sehingga banyak pedagang yang menutup lapak dagangannya lebih awal, bahkan ada yang sampai memilih tidak berjualan.

“Namanya pasar, kadang sepi kadang ramai itu hal yang wajar, namun sepi yang paling sepi itu baru pernah terjadi bulan–bulan kemarin ini, sewaktu PPKM. Sebelumnya kalau toh sepi pembeli, pedagang masih tetap berjualan karena tetap masih ada pembeli,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan Walsilah, pedagang nasi rames di pasar tradisional tersebut. Selama dua pekan terakhir, ia baru buka kios warungnya full mulai pagi hari hingga pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya, ia hanya membuka warung hingga pukul 11.00 WIB atau pukul 12.00 WIB saja. Bahkan pada bukan Juli lalu, ia sempat menutup warungnya lebih dari satu minggu.

“Waktu pasar sepi, saya coba berjualan di rumah, tetapi ternyata sama saja, karena memang orang banyak yang lebih memilih untuk tidak keluar rumah dan masak sendiri. Jadi bulan Juli lalu benar-benar bulan penuh keprihatinan. Alhamdulillah sekarang kondisi sudah membaik, sudah banyak yang vaksin dan dari luar kota juga sudah mulai berdatangan pelanggan Pasar Manis ini,” ucapnya.

Lihat juga...