Pejuang Muda Kampus Merdeka UMP Diharap Selesaikan Masalah Sosial

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) yang terjun menjadi pejuang muda kampus merdeka diharapkan aktif turut serta menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat di manapun mereka ditugaskan. Mulai dari terjun langsung dalam pemberdayaan masyarakat miskin, mengkampanyekan hidup sehat dan lain-lain.

Rektor UMP, Dr Jebul Suroso menyampaikan, dalam proses seleksi ada 22 mahasiswa UMP yang lolos menjadi pejuang muda kampus merdeka, program yang digulirkan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Hal ini tentu sangat membanggakan bagi UMP, karena proses seleksi tentu tidak mudah dan mahasiswa kita ada 22 orang yang lolos seleksi tersebut. Namun yang perlu diingat, hal ini merupakan tanggung jawab besar dan harus dijalankan mahasiswa dengan terjun langsung untuk menemukan dan menyelesaikan tantangan sosial di masyarakat,” katanya, Kamis (21/10/2021).

Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama UMP, Ir Aman Suyadi MP. Menurutnya, konsep program pejuang muda adalah dengan menurunkan mahasiswa  langsung ke daerah-daerah yang membutuhkan kiprah mahasiswa. Konsepnya dengan magang serta melaksanakan program-program dari dua kementerian tersebut.

“Jadi mahasiswa akan berkolaborasi atau magang di kementerian dan mereka dituntut untuk membuat program sosial hingga proses eksekusi program tersebut dan penerapan pada wilayah yang relevan dengan penerapan program tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut Aman Suyadi menerangkan, program pejuang muda kampus merdeka merupakan laboratorium sosial bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuannya dan diharapkan mampu memberikan dampak sosial konkret kepada masyarakat.

“Sebagai bentuk penghargaan, program ini setara dengan 20 Satuan Kredit Semester atau SKS, sehingga setara dengan satu semester perkuliahan,” katanya.

Dalam program tersebut, mahasiswa ditantang untuk belajar permasalahan sosial langsung dari masyarakat. Kemudian bersama pemerintah daerah setempat akan berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan sosial tersebut, dengan merangkul berbagai kalangan, seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, generasi muda dan yang lainnya.

“Ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk membuat perubahan nyata di masyarakat. Mahasiswa belajar langsung dengan Kementerian Sosial, berjejaring dengan beragam individu dan komunitas yang beragam dan turun langsung ke masyarakat, sehingga implementasi ilmunya lengkap,” tuturnya.

Untuk penilaiannya, implementasi program ini akan dilihat dampak konkretnya, fokus program serta keterukurannya. Mahasiswa juga diharuskan untuk merancang digital campaign guna mendukung program sosial yang dijalankan.

Lihat juga...