Pemprov Kalsel Perjuangkan Geopark Meratus Segera Masuk Warisan Dunia

BANJARMASIN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya melakukan langkah-langkah untuk memperjuangkan Geopark Meratus agar segera mendapatkan pengakuan dari Unesco.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Selatan Nurul Fajar Desira pada rapat unsur pimpinan DPRD Kalsel bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat yang dipimpin Ketua Dewan Supian HK, di Banjarmasin Kamis.

“Kami terus berjuang agar Geopark Meratus segera mendapatkan pengakuan Unesco sebagai warisan dunia, baik dalam konteks pendidikan maupun kebudayaan,” katanya.

Menurut dia, kalau United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan dan Kebudayaan Dunia sudah mengakui keberadaan Geopark Meratus, berarti satu lagi kekayaan alam Kalsel yang diakui dunia.

Menurut Fajar, ke depan Geopark Meratus diharapkan menjadi objek wisata handal bagi Kalsel, dan bernilai ekonomi dengan daya jual tinggi.

Pasalnya Geopark Meratus tidak cuma kaya dengan sumber daya alam (SDA) serta pemandangannya, tetapi menyimpan budaya alami masa lalu dan terkini yang dapat menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan mancanegara.

“Karena ke depan Kalsel juga akan lebih mengembangkan pembangunan kepariwisataan dalam konteks menumbuhkembangkan ekonomi daerah atau ekonomi kerakyatan,” kata Fajar.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengunggulkan lima geoside Pegunungan Meratus untuk diusulkan menjadi Geopark Internasional.

Ke lima geoside tersebut adalah Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam, Matan Keladan, Cempaka, Belangian dan Lempeng Samudera Batulicin.

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya, tersedianya sarana infrastruktur yang memadai menuju ke lokasi, adanya jurnal internasional dan seminar internasional yang mengangkat tentang potensi Geopark yang memungkinkan untuk dikembangkan, misalnya tentang bebatuan dan lainnya.

Setelah beberapa persyaratan terpenuhi, akan dilakukan penilaian oleh tim Asesor dari Unesco, untuk memastikan informasi yang didapatkan dari berbagai pihak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dari penilaian lapangan tersebut, akan ditentukan layak tidaknya Geopark Nasional Meratus mendapatkan pengakuan dari Unesco sebagai Geopark internasional.

Sebelumnya, tim melakukan pengukuran zonasi geoside di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru. [Ant]

Lihat juga...