Pengadilan Belanda Menolak Membatalkan Aturan Pas Corona

Para pengunjung menikmati suasana di kafe yang buka kembali di kawasan Leidseplein Square di Amsterdam, Belanda, Senin (1/6/2020) - foto Ant

AMSTERDAM – Pengadilan Belanda, pada Rabu (6/10/2021), menolak seruan untuk membatalkan pemberlakuan pas corona, yaitu surat keterangan yang wajib ditunjukkan ketika orang akan memasuki restoran, bar, museum, teater, dan sarana publik lainnya di negara tersebut.

Pengadilan di Den Haag mengatakan, pemerintah berhak meminta bukti vaksinasi COVID-19 atau hasil tes negatif COVID-19 terbaru, untuk membatasi penularan virus corona. Hal tersebut tetap bisa dilakukan, saat sebagian besar pembatasan sosial telah dihapuskan pada September lalu.

Pengadilan mengatakan, pemerintah secara gamblang meyakinkan, orang-orang yang tidak divaksin berisiko tinggi terinfeksi virus corona dan menginfeksi orang lain. Pengadilan menolak klaim dari pihak-pihak yang berkeberatan, yang menyebutkan bahwa aturan tersebut mendiskriminasi orang-orang yang tidak mau atau tidak dapat disuntik vaksin. “Sejauh ini, tidak jelas apakah ada perbedaan dalam perlakuan, tanpa alasan yang objektif, yang masuk akal,” kata pengadilan.

Pemerintah, meluncurkan pemberlakuan pas corona pada akhir September lalu, meski muncul penentangan kuat di parlemen. Perdana Menteri, Mark Rutte menyebut, surat keterangan tersebut diperlukan untuk mencegah gelombang infeksi baru. Namun demikian, tempat kerja tidak termasuk dalam skema tersebut.

Kasus COVID-19 di Belanda naik dua persen dalam sepekan hingga Selasa (5/10/2021), menjadi 72 kasus per 100.000 penduduk. Jumlah pasien baru yang dirawat inap karena COVID-19 masih stabil di level terendah dalam beberapa bulan. (Ant)

Lihat juga...