Penuhi Kebutuhan Pakan, Dispertan Semarang Kembangkan Jagung Nusantara

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Lahan pertanian jagung di Kota Semarang mencapai 122 hektare, yang mencakup di sejumlah wilayah kecamatan, seperti Tembalang dan Mijen. Dengan kapasitas produksi rata-rata mencapai 11, 7 ton per hektare.

“Semarang meskipun masuk dalam kategori kota metropolitan, namun masih mampu menyumbangkan produk jagung sebagai alternatif pangan. Secara keseluruhan ada sekitar 122 hektare lahan jagung yang ada di Kota Semarang,” papar Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, saat dihubungi di Semarang, Senin (4/10/2021).

Dipaparkan, secara keseluruhan hasil produksi jagung di Kota Semarang juga cukup baik, dengan rata-rata produksi 11,7 ton per hektare.

Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur. -Foto: Arixc Ardana/HO-Dok Dispertan Kota Semarang

“Beberapa waktu lalu, kita juga baru saja melakukan panen jagung nusantara, di Kelurahan Purwosari Kecamatan Mijen Semarang, dengan jenis jagung varietas Bisi-18, yang hasilnya juga memuaskan.

“Harga jagung pipilan di tingkat petani juga masih bagus, diantara Rp 4.500 – Rp 5.500 per kilogram, sehingga kita berharap hasil  pertanian jagung ini juga memberikan keuntungan kepada petani,” tandasnya.

Tidak hanya itu, dengan adanya pengembangan pertanian jagung tersebut, juga untuk membuktikan bahwa stok jagung masih tersedia dalam memenuhi kebutuhan pakan secara mandiri.

Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispertan Kota Semarang Shoti’ah memaparkan, untuk jenis jagung yang ditanam merupakan benih Super Hibrida Bisi-18, yang memiliki keunggulan berupa ukuran tongkolnya yang besar dan seragam.

“Tingkat penutupan pucuk tongkolnya (tip filling) bisa mencapai 97%, sehingga hampir semua tongkol jagung Bisi-18 memiliki biji yang muput atau penuh hingga ujung tongkol. Hasilnya pun bisa dilihat, dari cara ubinan yang sudah dilakukan didapatkan hasil 11,6 ton jagung pipil kering per hektare,” terangnya.

Dipaparkan, pihaknya juga terus mendorong penggunaan benih jagung hibrida kepada para petani di Kota Semarang, dengan harapan, hasil pertanian jagung bisa optimal.

“Pada umumnya jenis jagung nusantara hibrida sudah memiliki beragam keunggulan, termasuk Bisi 18 ini, Selain itu, jagung ini juga terbukti lebih tahan dari ancaman penyakit karat daun dan hawar daun yang dipicu oleh jamur. Day adaptasi terhadap kondisi lingkungan juga baik, sehingga jenis jagung ini kita perkenalkan kepada para kelompok tani (KT) di Kota Semarang,” pungkasnya.

Lihat juga...