Perpusda Jabar Masifkan Minat Baca Lewat Perpustakaan Keliling

Editor: Makmun Hidayat

MAJALENGKA — Perpustakaan Daerah Jawa Barat (Jabar), tengah menggalakkan Gebyar Pelayanan Perpustakaan Keliling dan Workshop Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, guna meningkatkan indeks literasi Jabar,

“Gebyar Pelayanan Perpustakaan Keliling dan Workshop Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, merupakan kolaborasi Pemda Provinsi Jabar dengan Pemda Kabupaten Majalengka,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Jawa Barat Ahmad Hadadi, berdasar rilis yang diterima Cendana News, Kamis (7/10/2021).

Kegiatan tersebut bertujuan agar indeks membaca masyarakat Jabar meningkat, dan jadi SDM unggulan. Sehingga perlu terus dilaksanakan dengan sosialisasi bagaimana masyarakat meningkat kegemaran membacanya.

Dispuspda Jabar sendiri lanjutnya telah menggaet para pegiat literasi, duta baca, dan bunda literasi untuk menyukseskan program- program peningkatan minat baca di Jabar.

Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Jawa Barat Ahmad Hadadi, Kamis (7/10/2021). -Foto: M. Amin/HO-Biro Adpim Jabar

“Bahwa indeks baca masyarakat Jabar sementara belum begitu tinggi, kita lakukan upaya peningkatan, kita perlu melengkapi sarana prasarana perpustakaan, dan koleksi bahan bacaan,” ucapnya.

“Kami sedang giat-giatnya gerakan wakaf buku, agar menyumbangkan buku- buku aktual, bukan buku lama yang sudah digudangkan, kedua agar diharapkan seluruh warga Jabar jadi anggota perpustakaan,” sambung dia.

Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi menyebut kegemaran membaca warga Majalengka masih tergolong rendah. Hal itu jadi tantangan pihaknya untuk mencari solusi dan strategi upaya membangun ‘learning society’.

“Kami ingin gebyar bagaimana gerakan membaca ini jadi gerakan massa,” kata Karna.

Ia pun mengaku telah menginstruksikan para kepala desa supaya mengalokasikan untuk membangun perpustakaan desa. “Jangan hanya fokus infrastruktur jalan irigasi desa,” tuturnya.

“Seperti di Maja ini ada ruangan perpustakaan. Kemudian kita memiliki mobil perpustakaan keliling, juga pengembangan perpustakaan digital, untuk ini kita bekerja sama dengan UIN Bandung, kita membuat festival literasi dengan komunitas yang sudah terbiasa dengan kegiatan perpustakaan,” tambahnya.

Kecamatan Maja merupakan salah satu daerah di Majalengka yang peduli dengan literasi masyarakat. Pemerintah kecamatan  telah membangun ‘Pustaka llmu’, suatu perpustakaan desa yang berada di Desa Maja Selatan.

“Tempatnya begitu strategis berada di tengah-tengah masyarakat bahkan dekat dengan lembaga pendidikan dan dekat dengan keramaian sehingga untuk akses pelayanan dan informasi akan Sangat cepat diterima oleh masyarakat,” kata Camat Maja, Arif Daryana.

Dengan adanya perpustakaan desa, diharapkan kesadaran masyarakat kian meningkat akan arti penting sektor pendidikan non-formal yang menopang pendidikan formal.

Bicara inovasi, Arif menyebut Pustaka Ilmu bukan hanya melayani masyarakat dalam literasi saja, namun berbagai layanan akan dikembangkan guna untuk menunjang sektor pendidikan dan sektor ekonomi masyarakat sehingga menjadi Program unggulan perpustakaan desa.

Maka Pustaka Ilmu punya program turunan di antaranya perpustakaan keliling (layanan antar jemput buku), story telling, pustaka prestasi, pustaka teknologi, pustaka komunitas, pengembangan bakat, konsultasi belajar, terapi belajar, pustaka share produk, kajian film, bimbel, kampung literasi, dan taman belajar.

“Ini adalah langkah kecil dari desa untuk indonesia,” ujar Arif.

Lihat juga...