Petani di Mukomuko Didorong Integrasikan Jagung-Sawit

MUKOMUKO — Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mendorong semua petani yang mendapatkan program peremajaan tanaman kelapa sawit mengintegrasikan tanaman jagung dengan kelapa sawitnya.

“Sudah ada contoh petani di Desa Rawa Bangun yang mengintegrasikan tanaman jagung dengan kelapa sawit yang masih berusia muda, kami mendorong semua petani melakukan hal yang sama,” kata Pelaksana Tugas Kasi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Sugiyanto, dalam keterangannya di Mukomuko, Jumat (1/10/2021).

Sebanyak 30 petani di Desa Rawa Bangun, Kecamatan XIV Koto mengintegrasikan jagung di lahan perkebunan kelapa sawit seluas 50 hektare.

Ia mengatakan, sebanyak puluhan petani di wilayah ini menanam tanaman jagung di lahan perkebunan kelapa sawit yang mendapatkan program peremajaan tanaman kelapa sawit dari pemerintah.

“Masih luas lahan perkebunan kelapa sawit yang mendapatkan program peremajaan tanaman kelapa sawit di wilayah ini tetapi yang ditanam jagung seluas 50 hektare, kami berharap semua kebun sawit berusia muda ditanami jagung,” ujarnya.

Seluas 50 hektare lahan perkebunan kelapa sawit yang mendapatkan program peremajaan tanaman kelapa sawit tersebut ditanami benih jagung bantuan dari pemerintah.

Sedangkan produksi jagung yang ditanami di lahan perkebunan kelapa sawit tersebut berkisar tujuh hingga delapan ton, meningkat dibandingkan sebelumnya sebesar lima hingga enam ton.

Menurutnya, produksi tanaman jagung milik petani di wilayah ini meningkat karena menggunakan varietas Pioner P35, sebelumnya petani menggunakan varietas Btras.

Selain karena varietas yang digunakan lebih baik kondisi lahan yang digunakan untuk ditanami tanaman jagung semakin baik, lahan tersebut telah ditanami dua hingga empat kali.

Sementara itu, harga jagung untuk pakan ternak kini sebesar Rp5.500 per kilogram, meningkat dibandingkan sebelumnya berkisar Rp3.500 per kg hingga Rp4.500 per kg. (Ant)

Lihat juga...