Petani di SBB Harapkan Bantuan Pupuk Organik untuk Tanam Padi

AMBON — Gabungan Kelompok Tani Desa Waimital Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah setempat berupa pupuk organik Decomposer MA-11 guna meningkatkan perekonomian mereka terutama hasil panen padi.

“Kami sangat mengharapkan bantuan Pemda Seram Bagian Barat (SBB) agar bagaimana caranya kita para petani bisa mendapatkan MA-11 guna meningkatkan hasil panen di waktu yang akan datang,” kata Ketua Gapoktan Desa Waimisal Junaidi, di Piru, Kabupaten SBB, Jumat (15/10/2021).

Menurut dia, bantuan pupuk organik sangat penting bagi para petani Desa Waimital yang tergabung dalam Gapoktan yang jumlah anggotanya 500 orang, guna ikut meningkatkan ekonomi di daerah tersebut apalagi masih dilanda pandemi COVID-19.

Dia juga mengharapkan pihak Pemerintah SBB dapat membuka akses pasar agar produksi padi di Desa Waimital bisa dipasarkan sesuai dengan yang diharapkan, kemudian bisa mendorong para petani yang lain lebih bergairah lagi.

Junaidi menjelaskan, hasil panen padi di lahan sawah percontohan dengan mempergunakan MA-11 hasil kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku cukup menggembirakan, yakni pada lahan satu hektar menghasilkan 10,2 ton beras. “Sangat menguntungkan dan sangat berberbeda dengan hasil panen pertama yang mempergunakan pupuk kimia hanya mengasilkan 5,4 ton saja,” katanya.

Ia menjelaskan, saat kegiatan panen padi bersama para petani yang dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Noviarsano Manullang dan Bupati SBB Timotius Akerina pada Rabu (13/10), didapatkan hasil panen dari lahan dua hektar menghasilakn 22 ton beras.

Lihat juga...