Petugas Kesehatan di PPU Siaga 24 Jam di Lokasi Banjir

PENAJAM – Petugas kesehatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, siaga 24 jam di lokasi banjir, yakni di Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, guna memantau situasi sekaligus bisa bertindak cepat jika terjadi sesuatu terkait kesehatan warga.

“Petugas kesehatan kami terus siaga selama 24 jam sejak terjadi banjir di Desa Sumber Sari, karena di sana terdapat Puskesmas Pembantu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, dr. Jansje Grace Makisurat, di Penajam.

Bukan hanya petugas kesehatan yang siaga di lokasi itu, tapi juga Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, karena potensi penularan tetap ada, meski di Kecamatan Babulu sudah zona hijau.

Berbagai hal yang dilakukan oleh tim kesehatan dan Satgas Covid-19 di lokasi banjir antara lain pengecekan kesehatan, hingga melakukan penanganan sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan satgas mikro setempat.

“Para petugas di lokasi itu bergiliran memonitor kondisi warga. Nanti kami juga akan melakukan baksos (bakti sosial) di sana, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ke-57 yang kami adakan baksos di Sumber Sari,” katanya.

Grace yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten PPU ini melanjutkan, potensi penyakit yang cenderung menyerang warga pascabanjir antara lain gatal-gatal, diare, dan pegel linu karena kaki sering terendam air.

Potensi penyakit lainya juga mengintai, termasuk penularan Covid-19. Meski demikian, di Kecamatan Babulu total jumlah warga positif Covid-19 tersisa satu orang dan sedang melakukan isolasi mandiri.

“Untuk lonjakan kasus Covid-19 pascabanjir, sampai sekarang belum ada laporan. Namun petugas terus memantau perkembangan sebagai antisipasi agar kita tidak kecolongan,” ucap Grace.

Grace mengingatkan, agar penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam situasi ini tetap dijaga, untuk menghindari penularan agar tidak terjadi penambahan kasus positif Covid-19. (Ant)

Lihat juga...