Pipit Rintis Usaha Bakpia dengan Uang ‘Modal Kita’

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Pandemi Covid-19 sejak du tahun terakhir benar-benar menjadi ujian berat bagi Pipit Sartika Dewi (30), warga dusun Kemusuk Lor RT 2, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, yang menggantungkan kehidupannya dari usaha kue bakpia. 

Bagaimana tidak, di tengah situasi yang sedang sulit, ia harus ditinggal suaminya yang meninggal secara mendadak. Saat itu, ia bahkan tengah mengandung anak ketiganya yang kala itu masih berusia 3 bulan di dalam kandungan.

Akibatnya, Pipit harus bisa bekerja mencari pendapatan untuk menghidupi  ketiga anaknya seorang diri. Dibantu orang tuanya yang bertugas mengasuh sang buah hati, Pipit pun memulai usaha mandiri dengan berjualan camilan oleh-oleh khas Yogyakarta, bakpia.

Beruntung, desa tempat tinggalnya merupakan desa binaan Yayasan Damandiri. Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, Pipit pun memanfaatkan unit usaha simpan pinjam Modal Kita Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, untuk memulai usaha.

“Saya akhirnya memutuskan memulai usaha rumahan pembuatan bakpia sekitar setahun lalu, setelah anak ketiga saya lahir. Saya mulai usaha bakpia ini dengan memanfaatkan pinjaman modal dari koperasi sebesar Rp4juta,” ungkapnya, belum lama ini.

Meski cukup terdampak adanya pandemi, usaha Pipit ternyata secara perlahan bisa berkembang. Sebelum adanya pemberlakuan PPKM, Pipit bisa memproduksi bakpia hingga 4.000-5.000 pcs per hari. Ia bahkan harus dibantu oleh tiga orang karyawan untuk bisa memenuhi pesanan.

“Biasanya bakpia ini saya setor ke pasar-pasar tradisional. Seperti pasar Godean, pasar Jaten, Sedayu dan Ngino. Omzet sebelum PPKM itu lumayan, bisa sampai Rp3-4juta. Meskipun selama PPKM omzet turun drastis menjadi hanya Rp1,5 juta saja, dengan jumlah produksi 1000 pcs per hari,” katanya.

Pipit mengaku beruntung bisa mendapatkan akses modal dari Unit Usaha Modal Kita Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo. Pasalnya, selain memiliki persyaratan yang mudah dan proses pencarian yang cepat, pinjaman Modal Kita juga dinilai memiliki bunga yang terbilang cukup ringan.

“Apalagi, lokasinya sangat dekat. Jadi enak, setiap setor cicilan tidak perlu pergi jauh-jauh. Hanya perlu ke rumah ketua kelompok yang merupakan tetangga sendiri,” ungkapnya.

Pipit pun hanya bisa berharap, agar pandemi Covid-19 segera berakhir dan situasi pariwisata di Yogyakarta dapat kembali normal seperti biasa. Sehingga usaha pembuatan bakpia miliknya itu bisa terus berkembang, sehingga ia tetap bisa menghidupi keluarga kecilnya, meski telah ditinggal suaminya.

“Semoga koperasi Damandiri di Argomulyo ini juga dapat terus ada, sehingga bisa membantu masyarakat kecil seperti saya dalam mengembangkan usaha,” pungkasnya.

Lihat juga...