PON XX Papua 2021, Jabar Optimistis Pulang Sebagai Juara Umum

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Jawa Barat (Jabar) menargetkan meraih 21 persen dari total medali emas yang diperebutkan dalam ajang olahraga tertinggi di Indonesia, dengan raihan gelar juara umum dalam PON XX Papua 2021.

Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin optimistis kontingen PON Jabar dapat pulang sebagai juara umum. KONI Jabar sendiri sudah memetakan dan melihat dari depan cabang olahraga yang berpotensi mendulang banyak emas, seperti dayung dan bela diri.

“Target minimal juara umum itu 20 persen dari medali yang dipertandingkan. Kalau 20 persen itu, 137 emas. Tapi, paling aman itu di angka 21 persen atau 147 emas. Kalau lihat dinamika, perolehan tersebut yang cukup aman,” kata Ahmad dalam Podcast Juara (Jabarprov Bersuara), Minggu (3/10/2021)

Cabang olahraga (Cabor) yang diunggulkan, pertama itu jelas bela diri. Bela diri itu ada 11 cabor. “InsyaAllah sangat terukur. Mudah-mudahan kita bisa merebut 70 persen dari semua medali yang dipertandingkan,” imbuhnya.

Selain 11 cabor bela diri, kata Ahmad, kontingen PON Jabar berpotensi mendapat banyak emas di cabor dayung, menembak, dan panahan. Meski target dan peta potensi emas sudah dibuat dengan maksimal, ia meminta kontingen PON Jabar dapat mengatasi tekanan dan dinamika selama gelaran PON XX Papua 2021.

“Seperti kemarin di dayung. Kita harusnya mendapat tiga emas. Tapi akhirnya hanya dua emas. Kita kemarin dapat semacam kendala nonteknis. Saat di rute 500 meter, mau masuk finish, atlet kita kena hempasan angin. Ini yang memengaruhi laju perahu sehingga kita tersusul,” ucapnya.

Kontingen Provinsi Jabar sendiri akan mengikuti 37 cabang olahraga dengan jumlah kontingen 1.239 orang, terdiri dari 770 orang atlet dan 394 orang manager dan ofisial.

PON kali ini tentu berbeda dengan PON tahun-tahun sebelumnya karena sedang dalam situasi pandemi COVID-19. Para atlet tidak hanya diminta fokus berlaga sebaik-baiknya, tetapi juga menjaga kesehatan dan keamanan dari penularan COVID-19.

Selain itu, Ahmad pun mendorong para atlet untuk menyesuaikan diri dengan kondisi alam dan menjaga emosi saat menyikapi dinamika yang terjadi selama gelaran PON. Aspek emosi ini penting dikendalikan agar para atlet dapat mengeluarkan semua kemampuannya.

“Kepada seluruh atlet saya sampaikan berulang-ulang, sampai hari ini kalau melihat potensi dan peluang, kita ini masih yang terbaik. Jaga stamina dan kesehatan, jaga motivasi kita jangan sampai lengah. Kita akan bermain all out untuk mendapatkan prestasi terbaik untuk Jabar,” ucapnya.

Ahmad juga meminta kepada warga Jabar untuk turut mendukung dan mendoakan kontingen PON Jabar. “Khusus untuk masyarakat di mana pun saudara berada. Mohon doa restu agar kita mencapai prestasi yang diharapkan,” katanya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja melaporkan, seluruh atlet Jabar dalam kondisi prima dan siap berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Hal itu dikatakan Setiawan saat mengunjungi langsung kontigen PON Jabar di Jayapura, Minggu (3/10/2021).

“Jadi tujuan kita melihat kondisi atlet khususnya di hampir seluruh cabor. Dan alhamdulillah sejauh ini kalau saya melihat dari atlet Jawa Barat, semuanya siap untuk bertanding,” kata Setiawan.

Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja saat mengunjungi langsung kontigen PON Jabar di Jayapura, Minggu (3/10/2021). (Biro Adpim Jabar)

Setiawan pun menyemangati kontingen PON Jabar untuk tetap fokus pada pertandingan. Hal itu perlu dilakukan agar para atlet dapat tampil maksimal dan meraih prestasi sesuai target yang sudah ditetapkan.

“Jadi tidak ada lain, tidak ada bukan, bahwa para atlet tetap fokus dan tetap semangat dan daya juangnya tetap dipertahankan terus tinggi. Tentu saja fokus terhadap pertandingan,” ucapnya.

Kepada para manajer dan pelatih, Setiawan berpesan untuk intens dan konsisten membangun kekompakan tim. Begitu pun bagi masyarakat terus mendoakan, bagi masyarakat Paguyuban Pasundan barangkali yang ada di Papua kalau sempat dukung langsung ke lapangan juga sangat baik.

“Tapi bagi kita barangkali yang sebagian besar masyarakat yang tidak bisa hadir ke Papua, mohon doanya saja. Itu bentuk dukungan yang sangat luar biasa,” imbuhnya.

Lihat juga...