PPSI Kota Bekasi Siap Gelar Festival Seni Pasanggiri

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) sebagai salah satu wadah yang mempertahankan perpaduan silat bela diri, olahraga dan seni menggunakan terompet dan gendang di Kota Bekasi, menggelar teknikal meeting untuk persiapan festival Pasanggiri.

“Festival seni Pasanggiri adalah salah satu ciri khas PPSI Jabar, dalam menjaga tradisi silat seni yang dipadu antara gerakan silat diiringi gendang dan terompet,” kata Olot Soeta, tokoh Kranggan, Jatisampurna, kepada Cendana News, Minggu (10/10/2021).

PPSI adalah wadah menjaga warisan budaya yang mirip dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Tapi, PPSI lebih melestarikan tradisi silat Buhun jika dalam bahasa Sundanya, dengan elaborasi kekinian agar lebih menarik bagi generasi penerus.

Keberadaan PPSI di Kota Bekasi sudah setahun dan puluhan perguruan telah bergabung. Sampai saat ini, Olot Soeta mengaku ada sekira 31 perguruan silat seni di Kota Bekasi tergabung di dalamnya. Dan bulan depan akan menggelar festival yang dinamakan Pasanggiri dengan berbagai tingkatan.

“Festival itu nanti akan melombakan berbagai silat seni, dari pasangan, tingkat anak remaja dan dewasa. Ada tiga kategori yang dilombakan, salah satunya Ijen (demontrasi),”ujarnya

Penilaian akan melihat dari kesamaan gerak mengikuti iringan terompet dan gendang, ketepatan waktu, dan lainnya. Festival Pasanggiri digelar secara virtual, masing masing peserta akan mengirimkan master video sebelum dilihat langsung melalui online dengan durasi hingga lima menit.

PPSI Kota Bekasi menggelar teknikal meeting persiapan Pasanggiri (festival) pencak silat seni khas Jawa Barat yang akan dilaksanakan secara vritual, tampak Olot Soeta tengah memberi sambutan, Minggu (10/10/2021). –Foto: M Amin

“PPSI rutin menggelar silaturahmi dalam membahas program kerja, sabagai ajang latihan juga,” ungkap Olot Suta, ketua PPSI Kota Bekasi.

Dikatakan, teknikal meeting yang dilaksanakan adalah pembentukan sekretariat wilayah Kota Bekasi, untuk pengembangan PPSI dalam menjaga warisan tradisi budaya silat pencak silat, sebagai olahraga bela diri dan seni.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, selaku pembina PPSI, mengapreasiasi satuan organisasi yang bergerak di bidang seni beladiri khas suku Sunda yang telah tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Kota Bandung dan Kota Bekasi.

Dikatakan, bahwa PPSI bagian dari  elemen, pemerintah, orang tua dan para generasi muda untuk dapat turut serta dalam melestarikan budaya yang telah diwariskan secara turun temurun, seperti halnya pencak silat khas Jawa Barat.

“Pencak silat khas Jawa Barat memang memiliki karakteristik yang unik, tampak terlihat seperti menari, tetapi di setiap gerakannya merupakan bentuk proteksi diri, budaya warisan leluhur seperti ini memerlukan perhatian khusus dari berbagai elemen, perlu adanya sinergisitas antara pemerintah, orang tua, dan tentunya keturutsertaan generasi muda sebagai pewaris selanjutnya,” ujar Tri Adhianto.

Dia pun bangga, banyak anak muda di kota Bekasi masih menyukai seni dan budaya. Untuk itu, dia menyarankan menjadi muatan lokal. Perhatian atas budaya lokal harus ada pembiayaan, tentunya sebagai bentuk pelestarian.

Lihat juga...