PSIM Yogyakarta Ditahan Imbang Hizbul Wathan FC 1-1

Pemain nomor punggung 7 HW FC Sidoharjo, Danu Syah Putra (kiri), mengontrol bola sambil dijaga ketat beberapa pemain PSIM Yogyakarta dalam pertandingan kompetisi Grup C Liga 2 Indonesia musim 2021 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (04/10/2021) malam - foto Ant

SOLO – PSIM Yogyakarta, ditahan imbang Hizbul Wathan (HW) FC Sidoharjo 1-1, dalam pertandingan sepak bola kompetisi Grup C Liga 2 Musim 2021 yang digelar, di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (4/10/2021) malam.

Pertandingan antara PSIM melawan HW FC, pada pertandingan kedua di Grup C, berjalan imbang sejak awal laga. Kedua kesebelasan terlihat saling serang, untuk meraih poin penuh. PSIM, yang diasuh pelatih Seta Nurdiyantara, terlihat bermain taktis, untuk bisa merebut poin penuh. Sebaliknya, HW FC tidak mau kalah dan terus melakukan tekanan baik melalui pemain sayap kiri maupun kanan, untuk menembus pertahanan lawan.

Namun, pertahanan PSIM begitu rapat, sehingga sulit ditembus pemain depan HW FC, dan begitu juga sebaliknya. Peluang emas PSIM diperoleh pada menit 15 babak pertama, melalui kaki pemain nomor punggung 22, Purwoko. Tetapi sayang bolanya mampu diamankan kiper HW FC, Firdiansyah, yang bermain tenang.

Peluang kedua PSIM diperoleh melalui serangan balik cepat pada menit 25, melalui sundulan kepala yang dilakukan oleh pemain nomor punggung 19, Yoga Pratama. Tetapi sayang bolanya mengarah tipis di atas gawang HW FC, sehingga belum mengubah kedudukan. PSIM Yogyakarta baru bisa unggul atas HW FC, setelah mendapat hadiah tendangan penalti pada menit 37. Salah satu pemain PSIM dilanggar di dalam kotak terlarang, sehingga wasit memberikan hadiah tendangan dua belas pas.

Adya Putra Dewa, yang diberikan kepercayaan mengambil tendangan penalti, berhasil merobek gawang HW FC sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk PSIM. Kedudukan ini tetap bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, HW FC mengubah strategi mereka dengan menampilkan serangan dari kaki ke kaki, untuk menyamakan kedudukan melawan PSIM. Peluang HW FC diperoleh pada menit 50, melalui sundulan kepala pemain depannya, Vengko Armedya.

Tetapi sayang bola masih melambung di atas gawang PSIM, sehingga kedudukan tetap 1-0 untuk PSIM. HW FC baru mampu menyamakan kedudukan menjadi imbang 1-1 pada menit 87, melalui tendangan keras kaki nomor punggung 99, Bayu Arfian. Gol HW FC ini, berawal dari kemelut yang terjadi di depan gawang PSIM, dan Bayu, yang berdiri bebas, melakukan tendangan voli, yang mampu merobek gawang PSIM.

Kedudukan imbang 1-1 antara PSIM melawan HW FC, bertahan hingga wasit yang memimpin pertandingan, Rihendra Purba, asal Sumatera Utara, meniup peluit panjang tanda babak kedua berakhir. Wasit mengeluarkan tiga kartu kuning dalam laga tersebut, yaitu Arif Yongki Rahman (HW FC), Hendra Arga Permana, Firman Septian (PSIM), serta satu kartu merah untuk Arif Satyayudha (PSIM) pada menit terakhir babak kedua.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Seta Nurdiyantara mengatakan, pertandingan hasil imbang 1-1 itu merupakan hasil maksimal yang diraih timnya. Pada babak pertama, ada beban dan ada beberapa peluang yang diperoleh, tetapi para pemainnya gagal membuahkan gol.

Meski demikian ia menilai, seluruh pemainnya sudah berusaha melakukan yang terbaik. “Kami evaluasi dan melaporkan kepada pihak manajemen untuk langkah selanjutnya. Pemain harus mempunyai motivasi lebih untuk pertandingan-pertandingan berikutnya supaya meraih hasil yang lebih baik,” kata Seta.

Pelatih HW FC Sidoharjo Moch. Herrie Setyawan mengungkapkan, pada babak pertama, timnya kebobolan melalui tendangan penalti. Kemudian mereka mengubah skema pemain di babak kedua agar bisa mencetak gol dan membuat kedudukan imbang 1-1.  “Kami di babak kedua berusaha mengubah skema dengan mengganti beberapa pemain untuk menambah serangan dan akhirnya bisa membuahkan satu gol,” ungkap Herrie. (Ant)

Lihat juga...