Puspas Keuskupan Maumere Ternak Ayam Joper

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan budidaya ayam kampung super (Joper) yang didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur.

“Kami kembangkan ayan kampung super yang didatangkan dari Surabaya sebanyak 300 ekor, ” sebut Ardianus Ardi Nong, staf Caritas Puspas Keuskupan Maumere, saat ditemui di kantornya, Senin (4/10/2021).

Ardianus mengatakan, ayam Joper yang merupakan singkatan dari Jowo Super merupakan hasil persilangan antara ayam bangkok dan ayam kampung dan memiliki waktu budidaya yang lebih singkat.

Dia menyebutkan, ayam Joper bisa dipanen saat berumur 50 sampai 60 hari dan relatif lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa yang dipanen saat berumur 85 hingga 90 hari.

Staf Caritas Puspas Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Ardianus Ardi Nong saat ditemui di kantornya di Kelurahan Kota Uneng, Senin (4/10/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Berat anyam Joper bisa mencaoai 0,8 hingga 1 kilogram saat berumur 60 hari. Berat ini sama dengan ayam kampung biasa yang berumur minimal 90 hari sehingga bisa lebih cepat dipanen,” ujarnya.

Ardianus menyebutkan, pihaknya memilih memelihara ayam Joper untuk dijual sebab lebih menguntungkan dibandingkan beternak ayam kampung lokal.

Lanjutnya, pihaknya harus mendatangkan anak ayan atau DOC dari Surabaya karena di Provinsi NTT belum ada yang menjualnya dalam skala besar.

“Makanannya pun sama dengan ayam ras pedaging (broiler) atau ayam ras petelur (leghom). Ayam Joper yang kami piara umurnya belum sebulan sehingga masih membutuhkan pemanas di dalam kandangnya,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Carolus Winfridus Keupung menyebutkan ayam Joper merupakan jenis ayam kampung unggul yang biasa dipelihara peternak untuk dijual dagingnya.

Win sapaannya memaparkan, banyak ayam hasil persilangan antara ayam ras dan buras serta antara sesama ayam kampung seperti ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB).

“Biasanya hasil persilangan antara ayam ras dan bukan ras akan menghasilkan jenis ayam kampung unggul. Sama seperti ayam KUB, ayam Joper juga masa panennya lebih singkat dibandingkan ayam kampung biasa,” ungkapnya.

Win menambahkan, biasanya ayam hasil persilangan lebih tahan terhadap serangan penyakit namun konsumsi makanannya lebih banyak dibandingkan ayam kampung biasa.

Selain itu kata dia, ayam kampung hasil persilangan lebih cocok dijadikan ayam pedaging atau ayam petelur dan sulit untuk mengerami telurnya dalam jangka waktu lama.

“Makanya ayam kampung hasil persilangan lebih banyak dibudidaya untuk dijual atau dijadikan ayam pedaging. Bisa juga dijadikan ayam petelur karena produksi telurnya lebih banyak dibandingkan ayam kampung biasa,” jelasnya.

Lihat juga...