Realisasi Vaksinasi Dosis Kedua di Kulon Progo Baru Mencapai 52,00 Persen

KULON PROGO – Realisasi vaksinasi COVID-19 dosis kedua di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencapai 52,00 persen. Atau sudah 178.207 orang mendapatkan vaksin dosis kedua, dari total 342.720 orang sasaran.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis pertama dan kedua sudah seiring sejalan. “Saat ini, capaian vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Kulon Progo sudah mencapai 77,20 persen atau 264.587 orang dari total 342.720 orang sasaran. Pada Oktober ini, kami mentargetkan capaian vaksinasi dosis pertama capai 100 persen, namun kami juga berupaya mempercepat vaksinasi dosis kedua yang telah mencapai 52,00 persen,” ujarnya, MInggu (10/10/2021).

Rincian capaian vaksinasi COVID-19 dosis kedua setiap sasaran, untuk Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan mencapai 166,91 persen atau 4.787 orang sasaran. Pelayanan publik mencapai 215,30 persen atau 80.256 orang sasaran, lansia 36,33 persen atau 22.906 orang sasaran.

Untuk kalangan masyarakat umum dan rentan sebanyak 29,93 persen atau 60.674 orang sasaran dan remaja sebanyak 20,83 persen atau 7.660 orang sasaran. “Kami berupaya mencapai target sasaran vaksinasi dengan kerja sama dengan semua pihak, termasuk TNI dan Polri,” tambah Baning.

Baning menyebut, pada Minggu (10/10/2021), ada tambahan lima kasus positif COVID-19 baru, sehingga total selama pandemi COVID-19 di Kulon Progo ada 22.019 kasus inveksi COVID-19. Rinciannya, 68 kasus masih menjalani isolasi, 21.518 selesai isolasi, 433 kasus meninggal dunia. “Kasus COVID-19 aktif di Kulon Progo tinggal 68 kasus, satu pasien di antaranya dirawat di Isolasi Terpadu Rusunawa Giripeni. Kami mengimbau kepada masyarakat mematuhi protokol kesehatan secara ketat, meski kasus COVID-19 sudah mulai mereda,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wates, Ananta Kogam Dwi Korawan mengatakan, pihaknya tetap mempertahankan keberadaan 52 tempat tidur untuk pasien COVID-19. Hal itu mengikuti prediksi epidemiologi, yang menyebut ada potensi gelombang ketiga penyebaran COVID-19 di Indonesia.

RSUD Wates tetap waspada dan tidak banyak mengurangi jumlah tempat tidur. “Kami belajar kejadian tingginya penyebaran COVID-19 pada Juli. Sehingga kami tidak ingin tergesa-gesa mengalihkan tempat tidur pasien COVID-19 untuk pasien non-COVID-19, apalagi ada prediksi dari epidemiolog akan terjadi gelombang ketiga penyebaran COVID-19,” katanya. (Ant)

Lihat juga...