Rekreasi Tirta Kali Bako, Alternatif Menikmati Kesejukan di Bandar Lampung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Cuaca panas menyengat di Kota Bandar Lampung alternatif rekreasi tirta bisa jadi pilihan. Salah satu destinasi rekreasi tirta atau air salah satunya berada di sungai Kali Bako.

Hermansah, salah satu warga di Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung menyebut aliran sungai dari perbukitan memiliki fungsi ganda. Fungsi sebagai sumber air bersih, mandi, mencuci dan wisata.

Sungai Kali Bako sebut Hermansah dimanfaatkan warga sejak puluhan tahun silam. Bentang alam Kecamatan Panjang yang kaya perbukitan dan pesisir pantai di bagian bawah menjadi potensi wisata alam. Sungai Kali Bako sebutnya mudah dijangkau dari Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Lokasinya berada melintasi lorong rel kereta api batubara rangkaian panjang (Babaranjang).

Akses jalan sebut Hermansah bisa dilintasi mobil hingga ke permukiman warga. Selanjutnya bisa dijangkau dengan jalan kaki, jika memakai kendaraan roda dua atau motor bisa mencapai lokasi bendungan. Sebagai destinasi alam, sungai yang lebih dikenal dengan Kali Bako memiliki sejumlah air terjun mini. Aliran kali Bako pernah dibendung meski telah rusak sehingga tersisa bendungan berukuran kecil.

“Bagi pecinta wisata minat khusus, wisata menikmati perbukitan yang sejuk dengan pepohonan aren, kelapa hingga rumpun bambu bisa jadi treking hiking melintasi perkampungan penduduk yang berada pada area perbukitan. Melihat proses pembuatan gula aren bisa jadi alternatif kegiatan menyenangkan,” terang Hermansah saat ditemui Cendana News, Minggu (31/10/2021).

Hermansah bilang Kali Bako menjadi bukti keindahan alam yang terbentuk oleh aliran air. Aliran air dari perbukitan menggerus bukit batu membentuk kali Bako yang sebagian membentuk cekungan.

Batu padas keras putih membentuk tebing sebagian dipahat oleh warga menjadi akses jalan. Trek menantang berupa jalan di tepi sungai yang mulai surut saat kemarau menjadi alternatif rekreasi saat akhir pekan.

Aliran Kali Bako sebagai potensi wisata alam sebut Hermansah dilengkapi dengan spot foto. Berkat tangan dingin sejumlah mahasiswa dari salah satu universitas negeri di Bandar Lampung Kali Bako semakin cantik.

Sebuah konstruksi jembatan dari bambu menjadi lokasi untuk berfoto. Pada bagian jembatan tersebut terdapat bendungan mini yang kerap digunakan untuk mandi.

“Selain suasana alam yang masih alami, suara gemericik air dan burung kicau bisa digunakan untuk menikmati suasana alam,” ulasnya.

Stevani, salah satu pengunjung Kali Bako menyebut memilih destinasi wisata tirta saat libur. Bosan dengan pekerjaan selama sepekan, wisata yang tidak biasa menjadi pilihan baginya.

Stevani, salah satu pengunjung melintas di tepi aliran Kali Bako di Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Minggu (31/10/2021) – Foto: Henk Widi

Ia mengaku sudah dua kali mendatangi destinasi wisata alam Kali Bako untuk menikmati kesejukan. Ia mengaku kala musim kemarau debit air berkurang namun justru jadi waktu tepat untuk datang.

Melintasi akses jalan yang menanjak, berkelok ia harus ekstra hati hati. Stevani bilang memilih memakai motor karena bisa menjangkau ke lokasi bendungan.

Ia bisa berendam di aliran Kali Bako yang sejuk di bawah rerimbunan pohon bambu. Saat akhir pekan ia bisa melihat sebagian ibu rumah tangga yang sedang mencuci. Bebatuan warna putih yang terbentuk secara alami membentuk tempat duduk, mencuci yang nyaman.

“Anak-anak bisa menikmati mandi di Kali Bako yang dibendung, saya bisa menikmati suasana alam yang sejuk dan nyaman,” beber Stevani.

M. Supriyadi, lurah Kelurahan Panjang Utara menyebut potensi alam cukup beragam di wilayah itu. Kekayaan alam berupa perbukitan, sungai dan laut dimiliki. Sungai Kali Bako sebutnya memiliki fungsi utama sebagai sumber air bersih selama puluhan tahun.

M. Supriadi, Lurah Panjang Utara saat dijumpai Cendana News, Selasa (19/10/2021) – Foto: Henk Widi

Namun ia menyebut kendala yang dihadapi berupa sampah. Pada lokasi sekitar destinasi tirta Kali Bako warga tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah di sungai.

Penataan destinasi wisata Kali Bako sebutnya bisa menjadi alternatif untuk wisata. Saat akhir pekan kunjungan warga bisa meningkatkan ekonomi melalui penjualan gula aren, oleh-oleh.

Meski kunjungan ke lokasi Kali Bako masih gratis namun warga yang memiliki warung bisa menjual makanan, minuman ringan. Pengembangan destinasi wisata tirta sebutnya dilakukan dengan pembenahan akses jalan dan fasilitas.

Pengunjung sebut M. Supriyadi bisa menikmati suasana alam kali Bako. Pada lokasi dekat area bendungan, fasilitas musala, kamar mandi dan toilet disediakan. Pengunjung yang ingin menikmati aliran air perbukitan bisa menjadi sarana menyegarkan pikiran.

Mempertahankan potensi wisata tirta, kali Bako dibersihkan oleh warga sehingga air tetap bersih dan aliran sungai tetap jernih.

Lihat juga...