Relawan Gaungkan Petisi Normalisasi Sungai Cikeas 

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Relawan Peduli Sungai menggas sebuah petisi untuk mendorong pemerintah segera melakukan normalisasi Kali Cikeas, yang berada di dua wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Petisi tersebut muncul karena kondisi Sungai Cikeas kian memprihatinkan, tanpa sentuhan pemerintah pusat dan daerah untuk normalisasi dan lainnya sebagai kali alam.

Tim Peduli Sungai menilai, kali menyimpan banyak potensi yang sangat besar, salah satunya dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata sungai. Tapi, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, tidak terawat hingga terjadi pendangkalan hampir menyeluruh dan potensi kikisan bantaran terjadi hampir di sepanjang jalur sungai.

“Petisi normalisasi Kali Cikeas guna mendukung wisata air di perbatasan Bekasi-Bogor. Sampai saat ini sudah seratusan orang menandatangani petisi yang disebar melalui change.org,” kata Maman Warman, tim Relawan Peduli Sungai kepada Cendana News, Rabu (27/10/2021).

Maman Warman (kaos merah), relawan penjaga Sungai Cikeas mencetuskan ide Petisi Normalisasi Total Kali Cikeas, Rabu (27/10/2021). –Foto: M Amin

Dikatakan, bahwa petisi ditujukan kepada Presiden RI, Kementerian PU, Kementrian Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup Jabar, Gubernur Jabar, Kementerian Koordinator Kemaritiman, Wali Kota Bekasi, dan Bupati Bogor. Harapannya agar bisa menjadi perhatian seperti sungai lainnya di Bekasi.

Melalui petisi tersebut, diharapkan pemerintah Indonesia di bawah Pemerintahan Jokowi untuk membantu masyarakat Kota Bekasi, khususnya, agar mengembalikan kejernihan Kali Cikeas seperti dulu.

“Sehingga sungai Cikeas dapat dijadikan salah satu destinasi wisata sungai, dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, tentunya dengan dikelola secara profesional dan berkesinambungan,” kata Maman.

Sungai Cikeas adalah salah satu sungai yang ada di kota Bekasi sebagai batas wilayah antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor. Dulu, airnya jernih dan bisa dijadikan sebagai tempat mencuci bagi warga yang berada di pinggir sungai dan memancing ikan.

Tapi, kondisi kekinian seiring dengan maraknya pembangunan dan banyaknya pohon-pohon bambu yang sudah tidak dipanen dengan rutin, membuat arus sungai naik.

“Hal lainnya, pembuangan limbah pabrik baso (bakso) dan limbah pabrik tahu yang nakal yang membuang limbah langsung ke sungai yang mengalir dari hulu ke hilir, di sungai menjadi banyak limbah dan sampah,”papar Maman.

Terpisah, Ketua KP2C, Puarman, mendukung langkah petisi normalisasi Kali Cikeas. Dikatakan, KP2C sudah sejak dulu menggaungkan terkait normalisasi Kali Cikeas – Cileungsi, terutama terkait turap, agar tidak terjadi longsor.

“Kami tentunya mendukung langkah petisi, agar bisa menjadi perhatian. Apalagi, sampai segera dilakukan pembenahan terkait Kali Cikeas, agar warga yang ada berdekatan dengan Kali tersebut tak khawatir ketika musim hujan,” paparnya.

Lihat juga...