Respon Laporan Perserang, PSSI Usut Dugaan Pengaturan Skor di Liga 2

Logo Kongres Luar Biasa PSSI yang digelar di Jakarta, Sabtu (27/7/2019) - Foto Ant
JAKARTA – PSSI, melalui Komite Disiplin, berjanji mengusut tuntas dugaan pengaturan skor di Liga 2 2021, yang dilaporkan klub Perserang. PSSI mengklaim siap memberikan sanksi tegas, jika memang hal tersebut terbukti.
Perserang melaporkan dugaan pengaturan skor pada beberapa Liga 2 2021 kepada PSSI, Kamis (28/10/2021). (Baca: https://www.cendananews.com/2021/10/perserang-laporkan-dugaan-pengaturan-skor-ke-pssi.html). “Kami tidak main-main dan akan menuntaskan permasalahan yang mencoreng nama sepak bola Indonesia ini,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, di Jakarta, Kamis (28/10/2021) malam.
Menurut Manajer Perserang, Babay Karnawi, praktik pengaturan skor dicurigai melibatkan pihak luar. “Beberapa orang telah menghubungi sejumlah pemain Perserang untuk membuat Perserang kalah dalam pertandingan melawan RANS Cilegon FC, Persekat Tegal dan Badak Lampung FC,” kata Babay.
Terkait hal itu, manajemen Perserang melalui pernyataan resmi menyatakan bahwa mereka memberhentikan secara tidak hormat lima pemain, EDS, FE, EJ, AS dan AIH serta pelatih kepala tim PW. Namun, pada akun Instagram mereka, @perserang.official, Perserang mengumumkan bahwa pelatih Putut Widjanarko mengundurkan diri. Sementara lima pemain, Eka Dwi Susanto, Fandy Edy, Aray Suhendri, Ivan Julyandhi dan Ade Ivan Hafilah, dilepas berdasarkan hasil evaluasi putaran pertama Liga 2 2021.
PSSI sendiri sudah menerima laporan dari Perserang dan akan segera melakukan pemeriksaan. “Kami akan menyelidikinya dan memanggil terlebih dahulu para terlapor untuk dimintai keterangan. Ini tentu akan masuk ranah dari Komite Disiplin,” tutur Yunus Nusi.

Ketua Komite Displin PSSI, Erwin Tobing memastikan, pihaknya akan memberikan hukuman berat bagi para pelaku yang terbukti terlibat. “Karier sepak bolanya akan habis. Kami akan bergerak cepat untuk menuntaskan permasalahan ini,” kata purnawirawan Polri berpangkat akhir Inspektur Jenderal itu. (Ant)

Lihat juga...