Ribuan Ikan Sapu-sapu Mati di Kali Sadang Cikarang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Ribuan ikan sapu-sapu dan ikan jenisl lainnya di Kali Sadang tepatnya di kawasan Gobel, Kelurahan Telaga Asih, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mati dan menyebabkan munculnya aroma air yang cukup menyengat, perpaduan antara bau ikan yang mulai membusuk dengan air yang diduga tercemar.

Pantauan di lokasi matinya ribuan ikan sapu-sapu tersebut sudah terjadi beberapa hari lalu. Terlihat ikan sudah membusuk menghampar di sepanjang kali di kawasan Gobel.

Diketahui Kali Sadang di kawasan Gobel merupakan aliran air yang hulunya masuk kawasan MM2100. Sementara kawasan MM2100 sendiri terdapat beberapa desa seperti Ganda Mekar, Mekar Wangi, Telajung, Danau Indah dan Cikedokan.

Sementara hilirnya masuk ke Desa Wanajaya dan Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, dan aliran Kali Sadang sendiri terusnya tembus ke Kali CBL. Posisi tepat ditemukan ribuan bangkai ikan sapu-sapu adalah di belakang kawasan Gobel, depan kantor pajak atau di luar kawasan MM2100.

Menurut salah satu narasumber, warga desa setempat mengakui bahwa kondisi tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Dikatakan, sudah berulang kali, setiap habis hujan kerap terjadi atau saat kondisi debet air sedang turun.

Namun ia enggan berspekulasi terkait penyebab sumber dari limbah salah satu perusahaan yang berada di DAS Kali Sadang. Shandi begitu dia mengakui namanya hanya mengakui saat ini kondisi ikan sapu-sapu banyak mati dan mengambang membusuk di sepanjang kali.

“Ini sangat memprihatinkan, sampai sekarang belum jelas penyebabnya. Begini lah kondisi Kabupaten Bekasi yang dikelilingi banyak industri. Harusnya pemerintah lebih memperhatikan soal lingkungan hidup, terutama kali alam yang banyak melintasi wilayah Kabupaten Bekasi ini,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Harian KPA Ranting, Mang Oye melaporkan bahwa kondisi banyak ikan sapu-sapu mati di informasikan oleh salah satu temannya di wilayah Kawasan MM2100. Informasi tersebut jelasnya dia terima dua hari lalu.

“Saya dapat informasi dua hari lalu sebenarnya. Kebetulan diajak menunjukkan lokasi langsung hari ini. Sisa ikan masih banyak mengambang tepi Kali Sadang dengan kondisinya mulai membusuk,” ujarnya prihatin.

Dia berharap ada aksi nyata terkait lingkungan hidup di Kabupaten Bekasi untuk menjaga kelestarian alam dan biota air. Terlalu rumit kondisi Kabupaten Bekasi terkait lingkungan hidup banyak yang rusak tapi terkesan dibiarkan.

“Masalah pencemaran Kali Jambe, Kali Cilemahabang, dan hamparan sampah di Kali Cikrang Srengseng Hilir. Sekarang Kali Sadang. Tapi pemerintah terkesan diam. Contohnya Kali Sadang sampai sekarang masih tercemar meski Pj. Bupati sudah meninjau langsung ke Lokasi tersebut,” tegasnya

Mang Oye Ketua Harian KPA Ranting menunjukkan kondisi ribuan Ikan Sapu-sapu yang mati misterius di Kali Sadang. Dikatakan tak hanya ikan sapu-sapu ikan lainnya pun banyak mati seperti mujair diduga akibat terjadi pencemaran, Rabu (13/10/2021). Foto: Muhammad Amin

Ikan-ikan itu diduga mati akibat kondisi air sungai yang tercemar. Itu terlihat dari warna air sungai yang menghitam. Bahkan air tempat tempat ikan mati airnya ketika disentuh, tampak kasat mata seperti ada minyak oli, airnya mengeluarkan bau menyengat seperti bau bangkai.

“Saya tidak bisa mengambil kesimpulan sumber pencemaran dari mana hingga ikan sapu-sapu ini banyak mati. Kondisi Kali Sadang sulit untuk disusuri melalui jalur darat karena banyak rerimbunan dikhawatirkan banyak ular jika disusuri jalur darat,” pungkasnya menyebut ikan sapu-sapu diketahui ikan paling tahan dengan kondisi air sejelek apapun.

Lihat juga...