Rutin Menabung, Cara Anggota Koperasi Argomulyo Hindari Kredit Macet

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Pandemi Covid-19 tak bisa ditampik sangat berdampak luar biasa bagi para pelaku UKM di berbagai daerah. Hal ini juga berdampak pada meningkatnya angka kredit macet di sejumlah unit usaha simpan pinjam Modal Kita yang dijalankan Koperasi binaan Yayasan Damandiri. Salah satunya, di Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo di kapanewon Sedayu, kabupaten Bantul.

Di koperasi tersebut, banyak anggota/nasabah kesulitan membayar angsuran bulanan akibat tak memiliki pemasukan maupun pendapatan selama pandemi, khususnya masa PPKM kemarin. Namun, ada sejumlah nasabah di koperasi memiliki cara tersendiri agar tetap bisa mengangsur pinjaman secara rutin.

Pipit Sartika Dewi (30), warga dusun Kemusuk Lor RT 2, Argomulyo, Sedayu, Bantul, perempuan yang membuka usaha produksi makanan khas Yogyakarta, bakpia, di rumahnya sejak pandemi ini, mengaku memiliki trik khusus agar bisa membayar angsuran pinjaman pada Koperasi setiap bulannya.

Meski omzet dagangannya menurun drastis, ia membuktikan mampu menjalankan kewajibannya tanpa macet sekalipun.

“Biasaya saya selalu sisihkan hasil jualan untuk ditabung. Jumlahnya tidak banyak. Kadang hanya Rp10 ribu, kadang juga Rp20ribu. Tapi, itu saya lakukan secara rutin. Jadi, bisa untuk membayar cicilan angsuran pinjaman modal usaha yang dibayarkan setiap bulan,” katanya belum lama ini.

Dengan cara tersebut, Pipit mengaku tidak lagi terbebani untuk membayar angsuran pinjaman. Pasalnya, jika harus membayar dalam waktu sekaligus, ia mengaku akan terasa berat.

“Kalau menyisihkan sedikit-sedikit kan tidak terasa. Tahu-tahu sudah cukup saja. Beda kalau langsung bayar setiap awal bulan, pasti sulit. Karena hasil dari usaha kita kan harian,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan nasabah/anggota koperasi lainnya, Sri Haryani, warga dusun Kemusuk Lor RT 02. Meski hanya memiliki usaha budi daya ternak kambing serta ayam kampung, ia mengaku selalu menyisihkan uang hasil penjualan ternaknya untuk membayar angsuran pinjaman koperasi. Dengan cara itu, usahanya pun bisa terus berjalan meski ia harus membayar angsuran.

“Kalau usaha budi daya kambing dan ayam seperti ini, kan kita baru dapat uang setiap kali menjual ternak. Kadang bisa dua atau tiga bulan sekali. Jadi, setiap jual ternak, selalu saya sisihkan untuk disimpan buat bayar angsuran. Agar tidak sampai telat,” bebernya.

Lihat juga...