Sate Kukus Ikan Kiter, tak Kalah Lezat dari Sate Bakar

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sate merupakan kuliner dengan ciri khas berbahan daging yang ditusuk, lalu dibakar. Setelah matang dibakar, sate bisa disantap dengan bumbu kacang. Namun, berbeda dengan sate ikan kiter buatan warga di Bandar Lampung ini, yang dibuat dengan cara dikukus.

Stevani, warga Kelurahan-Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, membuat sate kukus ikan kiter. Menurutnya, pengolahan sate ikan tersebut diawali dengan pemilihan bahan baku. Ia memilih memakai ikan giling dari ikan kiter yang memiliki tekstur daging lembut, aroma khas dan harga terjangkau.

“Selain bahan ikan giling, beragam bumbu yang disiapkan berupa tepung sagu, tepung maizena, merica bubuk, gula, garam, penyedap rasa. Tambahan bumbu lain berupa bawang merah, bawang putih, seledri, bawang daun, tomat, santan kelapa,” terang Stevani, saat ditemui Cendana News, Sabtu (9/10/2021).

Daging ikan giling kiter, ungkap Stevani diperoleh dari pedagang di pasar Gudang Lelang. Ia menggunakan setengah kilogram daging ikan kiter seharga Rp25.000. Ikan yang telah digiling, dicampur memakai sejumlah bahan tepung sagu, tepung maizena memakai tangan atau diuleni. Bumbu bawang merah, bawang putih, seledri, tomat, bawang daun diulek, lalu ditambahkan ke adonan.

Stevani, saat membuat adonan bahan ikan giling bersama sejumlah tepung dan bumbu untuk pembuatan sate ikan kukus, di Bumi Waras, Bandar Lampung, Sabtu (9/10/2021). -Foto: Henk Widi

“Semua bahan yang telah diadoni tambahkan dengan garam, penyedap rasa hingga tercampur merata atau kalis, lalu diamkan selama kurang lebih setengah jam agar bumbu lebih meresap ke dalam bahan,” terang Stevani.

Stevani menyebut, semua adonan bisa diratakan memakai alat pengaduk mixer. Namun agar lebih mudah, proses menguleni semua bahan tersebut memakai tangan. Agar merata, tambahkan air untuk proses pencampuran semua bahan.

Tambahan air santan dilakukan agar memberi rasa gurih pada adonan tepung ikan. Koreksi rasa bisa dilakukan sebelum proses mengukus bahan pembuatan sate ikan kiter.

Proses selanjutnya, setelah adonan siap, Stevani menyiapkan loyang bulat. Sebelum dikukus, loyang bulat tersebut pada bagian dalam diberi siraman santan kelapa. Penggunaan olesan santan bertujuan agar adonan tidak lengket.

Setelah diberi siraman santan kelapa, tahap selanjutnya adonan daging diratakan. Padatkan adonan dengan cara menekan memakai spatula, sendok atau tangan.

“Setelah adonan bahan daging ikan kiter diratakan dalam loyang, siram dengan santan secara merata,” bebernya.

Setelah semua bahan siap, daging ikan yang telah diratakan, lalu dikukus memakai dandang. Masukkan loyang berisi adonan daging ikan kiter, lalu kukus dalam dandang yang telah diisi air panas. Pengukusan adonan daging ikan kiter dilakukan selama setengah jam. Gunakan api sedang, agar proses pengukusan bahan sate ikan matang sempurna.

Sate kukus ikan kiter selanjutnya dipototong dalam ukuran kecil. Sate kukus tersebut bisa langsung disajikan sebagai lauk menu sarapan bersama nasi hangat. Agar lebih lezat, sate kukus ikan kiter bisa disajikan bersama sambal kacang, saus tomat, saus tauco. Selain bisa disajikan langsung, sate kukus bisa dipotong ukuran kecil, lalu digoreng.

“Cara lain menyajikan sate kukus ikan kiter dengan memanggang setelah dipotong, ditusuk stik bambu, lalu dibakar atau dipanggang memakai daun pisang,” ulasnya.

Christina, sang anak, mengatakan sate kukus ikan kiter kerap menjadi menu sarapan. Disantap dengan nasi atau tanpa nasi, menu tersebut kaya protein. Sate kukus ikan kiter, menurutnya bisa disantap sebagai camilan. Dinikmati bersama dengan saus kacang, rasa khas ikan kiter berpadu dengan gurih sate kukus makin lezat.

Qiandra Ataya, sang keponakan, menyebut sate kukus ikan kiter dijadikan lauk sarapan. Menikmati nasi hangat bersama dengan sate kukus ikan kiter disukainya.

Saat menikmati menu tersebut, ia bahkan kerap meminta agar nasi hangat dikurangi. Sebab, menyantap sate kukus ikan kiter sudah cukup mengenyangkan. Sate kukus ikan kiter juga bisa dijadikan menu camilan saat menonton televisi.

Lihat juga...