Sebanyak Lima Kecamatan di Bantul Berstatus Zona Hijau COVID-19

Tenaga kesehatan Dinkes Bantul khusus menangani kasus COVID-19 – Foto Ant

BANTUL – Lima dari total 17 kecamatan di seluruh Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berstatus zona hijau atau nol kasus aktif COVID-19. Hal itu diperoleh, setelah pasien konfirmasi yang sebelumnya menjalani isolasi telah dinyatakan sembuh.

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul, di Bantul, lima kecamatan zona hijau itu adalah Piyungan, Pandak, Srandakan, Sanden. Sementara yang terbaru, Kecamatan Pleret, setelah satu orang tersisa telah pulih pada Rabu (27/10/2021).

Adapun total kasus konfirmasi COVID-19 di Bantul yang sembuh dalam sehari berjumlah tujuh orang. Rinciannya, dari Dlingo, Kasihan, dan Banguntapan masing-masing dua orang, kemudian Pleret satu orang. Dengan penambahan pasien pulih tersebut, maka total angka kesembuhan dari paparan COVID-19 di Bantul secara kumulatif menjadi 55.297 orang.

Sementara untuk kasus konfirmasi COVID-19 bertambah 10 orang, dari Pajangan tiga orang, Sedayu tiga orang, Banguntapan dua orang, dan Kasihan dua orang. Sehingga total kasus positif di Bantul hingga periode yang sama berjumlah 56.946 orang.

Sedangkan kasus konfirmasi COVID-19 yang meninggal totalnya 1.566 orang, dengan demikian jumlah kasus aktif atau pasien yang masih menjalani isolasi dan karantina di selter dan rumah sakit wilayah Bantul per-Rabu (27/10/2021) masih 83 orang.

Kasus aktif COVID-19 tersebut terbanyak berada di Banguntapan 17 orang, disusul Sedayu 15 orang, sementara kecamatan dengan kasus aktif paling sedikit adalah Bambanglipuro dan Pundong masing-masing satu orang.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengapresiasi usaha yang dilakukan masyarakat Bantul dan berbagai pihak, yang bekerja keras menekan angka penularan COVID-19, sehingga Bantul sudah turun level PPKM dari 3 ke level 2. “Jika masyarakat lebih patuh dan vaksinasi COVID-19 lebih digencarkan, maka Bantul akan mengalami penurunan level PPKM lagi dalam waktu dekat,” katanya.

Bupati mengajak masyarakat, untuk memutus penyebaran COVID-19 dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas. (Ant)

Lihat juga...