Sejumlah Sekolah Laksanakan ANBK di SMKN 1 Maumere

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Sebanyak  5 SD dan 2 SMA dan 1 SMK serta SMP Satap Sukun melaksanakan kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMKN 1 Maumere yang  memiliki fasilitas komputer memadai dan jaringan internet.

“Sekolah kami sejak tahun 2014 sudah berbasis Informasi dan Teknologi (IT) dan memiliki fasilitas yang sangat memadai,” kata Kepala Sekolah SMKN1 Maumere, Adelbertus Bonus Deo Hasulie, S.T saat ditemui di sekolahnya, Rabu (6/10/2021).

Adelbertus menyebutkan, sekolahnya memiliki fasilitas sudah cukup memadai dan menjadi IT Center sehingga kegiatan sekolah dan pemerintahan seperti tes Aparatur Sipil Negara (ASN) dilakukan di sekolahnya.

Ia menjelaskan, di laboratorium komputer tersedia 170 komputer yang lengkap dengan kamera dan jaringan internet yang sangat memadai di lingkungan sekolahnya.

Kepala Sekolah SMKN 1 Maumere, Adelbertus Bonus Deo Hasulie, S.T saat ditemui di sekolahnya di Kelurahan Kota Uneng, Rabu (6/10/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Setiap ruangan kelas juga sudah dipasang dengan IT dan jaringan internet sehingga guru hanya membawa laptop saja saat mengajar,” ungkapnya.

Adelbertus menambahkan, sekolah-sekolah yang mengikuti ANBK di sekolahnya sudah diatur di sistem Kemendikbudristek sehingga sekolah-sekolah tersebut datang melaporkan diri.

Dirinya menegaskan, semua fasilitas disiapkan secara gratis termasuk operator yang selalu berjaga di ruangan laboratorium komputer yang tersedia persis di sebelah barat gedung utama.

“Kita membantu sesama sekolah yang tidak memiliki fasilitas IT yang memadai. Semua fasilitas disiapkan secara gratis agar bisa melaksanakan kegiatan ANBK dengan baik,” ujarnya.

Adelbertus mengakui, selain kegiatan ANBK, kegiatan P3K untuk Kabupaten Sikka selama 3 tahap, seleksi calon ASN untuk Kementerian ESDM juga dilaksanakan di sekolahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Satap Sukun, Jahading menyebutkan, sebanyak 23 siswa sekolahnya ditemani 4 guru melaksanakan kegiatan ANBK di SMKN1 Maumere selama 2 hari.

Jahading mengakui, untuk bisa tiba di Maumere pihaknya harus menempuh perjalanan laut selama 5 jam menggunakan perahu nelayan karena tidak ada kapal penumpang yang berlayar ke pulau tersebut.

“Kami harus menempuh perjalanan selama 5 jam menggunakan perahu nelayan dari Pulau Sukun ke Maumere. Banyak anak-anak yang mabuk laut sehingga kami 2 hari sebelumnya sudah bertolak dari Pulau Sukun,” ungkapnya.

Jahading menerangkan, kegiatan ANBK dilaksanakan selama 2 hari sejak Rabu (6/10) hingga Kamis (7/10) di mana hari pertama dilaksanakan ujian literasi dan hari kedua mengenai numerasi.

Lihat juga...