Skrining Kartu Kendali, Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil Dijamin Aman

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Pemberian vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil, seperti halnya kepada sasaran penerima lainnya, diharapkan mampu menekan angka keparahan, bahkan kematian akibat covid-19. Vaksinasi tersebut penting, mengingat ibu hamil termasuk dalam golongan berisiko tinggi.

“Kita imbau bagi para ibu hamil, untuk tidak takut divaksin. Vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil masuk dalam kriteria khusus. Jadi proses skrining atau penapisan terhadap status kesehatan sasaran sebelum pemberian vaksin dilakukan lebih detail, dibandingkan sasaran lainnya,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam di Semarang, Jumat (8/10/2021).

Dijelaskan, format skrining pada kartu kendali untuk ibu hamil pun sudah disiapkan. Jika memiliki penyakit penyerta semisal penyakit jantung, diabetes, asma, HIV, atau lainnya, namun dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut, maka vaksinasi tetap aman untuk diberikan.

“Proses skriningnya akan lebih detail dan ketat, sehingga dijamin keamanannya. Harapannya, para ibu hamil ini tidak perlu takut untuk di vaksin,” tambahnya.

Hakam menuturkan vaksinasi pada ibu hamil diberikan jika usia kandungan minimal 13 minggu. Mereka pun bisa memilih jenis vaksin sinovac, pfizer, dan moderna, yang sudah direkomendasikan oleh pemerintah.

“Di Kota Semarang, berdasarkan data yang kita miliki ada sebanyak 3.600 orang ibu hamil yang menjadi sasaran vaksinasi. Dari angka tersebut per 30 September 2021, sudah 93,6 persen sasaran yang sudah divaksin,” tambahnya.

Dijelaskan, pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil dapat dilakukan di 37 puskesmas di Kota Semarang, atau pun sentra vaksin yang ada.

Cara pendaftarannya pun mudah, dengan membuka laman victori.semarangkota.go.id, kemudian pilih pendaftaran kelompok ibu hamil. Selanjutnya mengisi data diri, seperti nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK). Lalu pilih lokasi vaksinasi, puskesmas atau sentra vaksinasi lainnya.

“Nantinya akan muncul penjadwalan vaksinasi melalui WA Blast Puskesmas. Jangan lupa, pada saat pelaksanaan vaksinasi ibu hamil buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo juga menjelaskan hal senada. Dipaparkan, seiring dengan surat edaran HK.02.01/I/2007/2021 tentang vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil, para ibu hamil dihimbau untuk melakukan vaksinasi covid-19.

“Di Jateng, jumlah ibu hamil saat ini sekitar 500 ribu orang, nantinya saat usia kandungan memasuki usia minimal 13 minggu, kita minta untuk divaksin covid-19. Ini selain untuk melindungi ibu, juga bayi yang dikandungnya,” terangnya.

Ditambahkan, dalam upaya mempercepat vaksinasi covid-19, termasuk kepada para ibu hamil, pihaknya juga mengoptimalkan layanan bus vaksin, yang diharapkan dapat menjangkau daerah yang akses terhadap pelayanan vaksinasinya rendah.

“Selain itu, edukasi juga terus kita berikan agar kesadaran masyarakat untuk mau divaksin bisa meningkat. Sering kali masih ada anggapan yang keliru terkait vaksinasi covid-19, termasuk pada ibu hamil,” lanjutnya.

Diharapkan, dengan cara tersebut, wawasan masyarakat terkait pentingnya vaksinasi terus meningkat, sehingga peserta vaksinasi juga terus bertambah.

Lihat juga...