SMA John Paul II Maumere Gelorakan Sabtu Membaca

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sekolah Menengah Atas (SMA) John Paul II, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelorakan Gerakan Sabtu Membaca (GSB) dengan membangun ruang baca yang nyaman serta menambah buku-buku yang ada.

“Kami ingin mengembangkan budaya literasi di sekolah ini sehingga membangun ruang baca yang nyaman,” kata Kepala Sekolah SMA John Paul II Maumere, RD Fidelis Dua, saat ditemui di SMA St. Gabriel, Kelurahan Kota Baru, Maumere, Kamis (14/10/2021).

Kepala Sekolah SMA John Paul II Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, RD Fidelis Dua saat ditemui di SMA St. Gabriel, Kelurahan Kota Baru,Maumere, Kamis (14/10/2021). Foto: Ebed de Rosary

Romo Fidel sapaannya menyebutkan, diharapkan dengan Gerakan Sabtu Membaca (GSM) tumbuh semangat membaca di kalangan para siswa di tengah rendahnya budaya membaca saat ini.

Ia mengakui, di tengah tantangan global saat ini para siswa harus memiliki ilmu pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni dengan meningkatkan kualitas pendidikan di bangku sekolah.

“Kita mendorong agar budaya membaca, budaya literasi di sekolah ini bisa tumbuh dengan baik. Sebelumnya kita sudah mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS),” sebutnya.

Romo Fidel menegaskan, buah dari budaya membaca mengakibatkan para guru dan siswa telah menghasilkan karya tulis berupa 4 buah buku dan pihaknya menargetkan 8 judul buku setiap tahunnya.

Dirinya meyakini dengan tumbuhnya budaya membaca maka akan membuat para guru dan siswa bisa menulis serta menghasilkan karya tulis yang baik dan karya tulisnya bisa diterbitkan.

“Dua buku yang baru kami luncurkan berjudul ‘Rangkaian Rindu’ yang merupakan antologi puisi karya para siswa dan buku ‘Cahaya di Atas Batas’ yang merupakan antologi artikel ilmiah karya para guru,” ungkapnya.

Romo Fidel menambahkan, pada tahun 2020 pihaknya telah menerbitkan karya para siswa berupa antologi cerpen dengan judul ‘Merangkai Kasih’ bagian pertama dan bagian kedua.

“Kami menargetkan 8 buku diterbitkan setiap tahunnya. Tahun ini sudah 4 buah buku sehingga masih tersisa 4 buku lainnya yang diharapkan bisa diterbitkan selama satu tahun pelajaran,” ungkapnya.

Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Provinsi NTT, Polikarpus Do menyebutkan, SMA John Paul II menjadi salah satu sekolah literasi di NTT yang membuat para guru dan siswa menghasilkan karya dengan menerbitkan buku.

Polikarpus menegaskan, kesuksesan belajar bisa tercapai bila tumbuh budaya literasi dan dirinya melihat SMA John Paul II telah berhasil mengembangkan budaya literasi.

“Saya melihat budaya literasi di sekolah ini sudah berkembang dengan baik. Sekolah ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lainnya di NTT dalam menghidupkan budaya literasi,” ucapnya.

Lihat juga...