Sudah Sepekan, Di Sulbar Tidak Ada Pasien COVID-19 Meninggal

Petugas menyuntik vaksin ke seorang pelajar di dermaga Kota Jayapura, Papua, Senin (13/9/2021). TNI Angkatan Laut bersama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar vaksinasi dengan target 10 ribu perhari. ANTARA

MAMUJU – Tidak ada pasien di Sulawesi Barat (Sulbar), yang meninggal akibat COVID-19 dalam sepekan terakhir. Hal itu berdasarkan data terbaru Satgas Penanganan COVID-19 Sulbar.

“Semoga kondisi tersebut bertahan, sehingga protokol kesehatan dan vaksinasi harus terus dijalankan pemerintah,” kata juru bicara Satgas COVID-19 Sulbar, Safaruddin Sunusi, yang juga Kepala Dinas Kominfo Sulbar, Minggu (17/10/2021).

Ia mengatakan, pasien COVID-19 di Sulbar yang positif selam sepekan terakhir sekitar 16 orang. Sementara pasien sembuh dalam sepekan terakhir mencapai 113 orang. Dan pasien yang dirawat saat ini mencapai delapan orang, serta isolasi mandiri 98 orang.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sulbar, Safaruddin Sunusi, yang juga Kepala Dinas Kominfo Sulbar mengatakan tidak ada pasien meninggal akibat COVID-19 dalam sepekan terakhir berdasarkan data Satgas COVID-19 di Sulbar, Minggu (17/10/2021) – foto Ant

Secara keseluruhan, jumlah pasien positif COVID-19 di Sulbar mencapai 12.301 orang. Sedangkan total pasien sembuh mencapai 11.853 orang, dan pasien meninggal keseluruhan mencapai 342 orang. Sementara, masyarakat yang telah menerima vaksin COVID-19 tahap pertama di Sulbar telah mencapai 31 persen atau sekitar 343.546 orang, dari 1.089.240 orang masyarakat yang jadi sasaran vaksin.

Sedangkan untuk vaksin untuk tahap kedua juga telah diberikan kepada 189.552 orang penduduk Sulbar, atau baru sekira 17 persen dari jumlah sasaran yang ada. Diharapkan, masyarakat umum dapat segera melakukan vaksinasi, karena dosis vaksin cukup tersedia untuk pencegahan penularan COVID-19.

Vaksin yang diterima Sulbar dari pusat sebanyak 738.990 dosis untuk vaksin tahap pertama dan kedua. “Sulbar telah menerima 738.990 dosis vaksin, di antaranya 497.840 vaksin jenis Sinovac, 90790 jenis Astrazeneca, 84.840 vaksin Moderna, dan Pfizer 18.720,” pungkasnya secara rinci. (Ant)

Lihat juga...