Taman Refleksi, Alternatif Relaksasi Warga Teluk Betung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kegiatan olahraga sederhana bisa dilakukan dengan memanfaatkan waktu luang. Olahraga jalan kaki dengan memanfaatkan taman dilakukan sebagian warga Kota Bandar Lampung. Taman Refleksi, salah satu taman pertemuan di Jalan WR Supratman dan Jalan Hasanudin jadi salah satu spot untuk olahraga sore. Dilengkapi dengan pepohonan, kursi, rumput serta batu alam refleksi.

Suharsono, salah satu warga Teluk Betung Utara menyebut, ia kerap memanfaatkan waktu sore untuk olahraga. Mengajak serta anak-anak yang membawa bola ia kerap memanfaatkan fasilitas ruang terbuka hijau itu untuk olah kebugaran.

Suharsono, salah satu warga Teluk Betung Utara, Bandar Lampung memanfaatkan waktu untuk olahraga di taman refleksi, Jumat sore (1/10/2021) – Foto: Henk Widi

Kegiatan olahraga yang bisa dilakukan sebutnya dengan jalan kaki pada trek halus berbatu. Trek tersebut dipadukan dengan area berumput untuk jogging.

Selesai melakukan jogging, Suharsono bilang bisa melalukan kegiatan refleksi kaki. Susunan batuan alam berbentuk bulat, oval yang halus sebutnya berfungsi untuk terapi kaki.

Menginjak kaki dengan kontur yang halus, sebagian menonjol memiliki sensasi pijatan. Secara perlahan ia menikmati setiap tapak dengan panjang sekitar 250 meter itu. Telapak kaki layaknya diterapi dengan batuan alam.

“Pertama kaki akan terasa geli karena menginjak bebatuan alam yang halus dengan tonjolan unik sehingga akan berfungsi merangsang syaraf pada bagian kaki untuk melancarkan peredaran darah. Bagi yang mengalami gangguan susah tidur akan lebih nyaman saat malam,” terang Suharsono saat ditemui Cendana News, Jumat sore (1/10/2021).

Suharsono bilang sarana olahraga taman refleksi mudah diakses. Pijatan yang diperoleh melalui proses berjalan pada permukaan batuan berfungsi untuk memperoleh kesehatan.

Setiap pekan ia rutin melakukan olahraga pada taman refleksi dengan berjalan kaki di susunan batu alam. Sensasi pijatan pada kaki sebutnya berfungsi mengatasi rasa lelah, membantu tubuh lebih rileks.

Fungsi kesehatan yang sangat dirasakan oleh Suharsono sebutnya saat sakit kepala. Pijatan refleksi yang terjadi saat ia berjalan pada susunan batu dalam trek yang panjang menyembuhkan sakit kepala.

Fungsi terapi sebutnya didukung oleh keberadaan pohon yang berada di taman refleksi tersebut. Selain dirinya sejumlah warga lain memanfaatkan taman refleksi untuk olahraga menjaga kebugaran tubuh.

“Kegiatan sit up, push up dan olahraga lari-lari kecil bagi anak-anak bisa dilakukan karena area yang nyaman,” ulasnya.

Kerap menjalani terapi refleksi pada terapis kesehatan, sensasi berjalan pada trek batu refleksi dilakukan oleh Stevani. Warga Kelurahan Bumi Waras tersebut mengaku setelah melakukan jogging ia bisa beristirahat pada taman refleksi.

Mengatasi kondisi kaki yang sensitif saat menginjak batu dengan susunan halus, ia memakai kaos kaki. Penggunaan kaos kaki sebutnya bertujuan agar bisa menjaga kondisi telapak kaki.

Saat mengalami permasalahan pencernaan berupa sembelit atau konstipasi, refleksi di atas batu sangat membantu.

Kegiatan jalan kaki pada bebatuan sebutnya jadi salah satu metode pengobatan alternatif sehingga memberi efek relaksasi. Kegiatan olahraga berjalan kaki pada trek yang digunakan membuat ia bisa tidur lebih nyaman.

“Teknik berjalan pada trek refleksi  batu alam harus dilakukan perlahan menyesuaikan kondisi kaki, harus perlahan,” ulasnya.

Manfaat pijat refleksi alami pada taman refleksi sebut Stevani sangat efisien. Pasalnya tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak ia masih bisa mempertahankan kebugaran tubuh.

Melakukan refleksi dengan cara berjalan kaki di atas batu alam sebutnya telah meningkatkan nafsu makan, mencegah gangguan pencernaan.

Ia juga menyebut berjalan pada bebatuan alam akan dipadukan dengan berendam air garam saat di rumah. Tujuannya memperlancar peredaran darah pada telapak kaki.

Lihat juga...