Teknik Bedengan dan Tanam Terjadwal, Tips Petani Perkotaan Raup Untung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pemanfaatan lahan pertanian terbatas perkotaan tetap memberi untung maksimal bagi sejumlah petani. Teknik penanaman dengan bedengan, menanam komoditas sayuran dilakukan terjadwal.

Samijan, satu dari puluhan petani sayuran di Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang menanam tiga jenis sayuran.

Jenis sayuran yang dibudidayakan sebut Samijan berupa selada, bayam cabut, kangkung. Memanfaatkan lahan warisan keluarga yang mulai terhimpit perumahan, ia bisa menghasilkan keuntungan setiap tiga hari.

Menggunakan bibit dari toko pertanian benih sayuran bersertifikat ia dibantu sang anak. Sayuran rata-rata bisa dipanen dua pekan hingga satu bulan.

Pasokan sayur untuk pedagang di pasar tradisional sebut Samijan disetor setiap Senin, Kamis dan Sabtu. Teknik penanaman sayuran dilakukan Samjian dengan membuat puluhan bedengan atau guludan. Satu bedengan yang dibuat bisa mencapai 20 meter untuk menanam beberapa jajar sayuran. Lima hingga sepuluh bedengan akan dipakai untuk budidaya satu jenis sayuran.

“Sayuran cabut yang rata-rata sebulan bisa dipanen memakai media tanam pupuk kandang, tanah gembur selanjutnya diratakan dengan penggaruk kayu, agar lebih lurus saat penanaman memakai tali tambang sehingga bibit bisa memiliki jarak tanam teratur,” terang Samijan saat ditemui Cendana News, Senin (11/10/2021).

Penggunaan teknik bedengan sebut Samijan memiliki fungsi untuk pengamatan. Saat masa pertumbuhan, ia bisa mengamati sejumlah hama yang menyerang berupa ulat daun, belalang hingga kepik penggerek daun.

Manfaat lain pembuatan bedengan dengan cekungan berfungsi untuk mengalirkan air. Proses penyiraman akan lebih mudah sekaligus untuk antisipasi genangan air kala penghujan.

Penanaman sayuran sebut Samijan menerapkan jadwal teratur. Hasilnya ia bisa melakukan pemanenan selama tiga kali dalam sepekan. Sekali panen ia bisa menghasilkan ratusan ikat sayuran jenis bayam, kangkung, selada.

Dikirim ke pedagang sayuran di pasar tradisional dengan harga Rp1.000 per ikat, ia mendapat keuntungan ratusan ribu. Setelah panen, ia masih bisa memiliki sayuran untuk panen tahap berikutnya.

“Kuncinya agar bedengan bisa kembali subur untuk media tanam harus rutin diberi taburan pupuk kandang usai panen,” terangnya.

Petani lain bernama Solikin mengaku memanfaatkan lahan perkotaan untuk budidaya sayuran. Pilihan tersebut dilakukan dengan berbagai alasan.

Ia menghindari lahan miliknya dijadikan lokasi pembuangan sampah liar seperti pada lahan kosong yang ada di wilayah tersebut. Lahan yang sebagian telah dikavling berukuran rata-rata 10×15 meter dipergunakan olehnya untuk menanam sayuran.

“Lahan memang telah dibuat menjadi kavlingan tapi masih dalam satu hamparan sehingga pembuatan guludan masih mudah,” ulasnya.

Tanah kavlingan itu sebut Solikin telah dibagi kepada sejumlah kerabat sebagai tanah warisan. Sebelum didirikan bangunan, penanaman jadi alternatif baginya untuk tetap memproduksi sayuran.

Hasil ratusan ribu per pekan dari budidaya sayuran bisa dipergunakan olehnya untuk membiayai sekolah anak. Teknik penjadwalan dalam budidaya sayuran membuat panen dilakukan berkelanjutan.

Siti Romlah, petani di Kelurahan Way Kandis lainnya mengaku memanfatkan sumur bor. Pengairan pada lahan pertanian digunakan untuk menanam selada, sawi putih, bayam, sawi pahit, pokcay, kangkung dan kemangi.

Penanaman sistem bedengan dan beragam sayuran diterapkan Siti Romlah di Kelurahan Way Dadi, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung, Senin (11/10/2021) – Foto: Henk Widi

Semua jenis komoditas sayuran ditanam dalam bedengan memudahkan perawatan hingga panen. Memakai sistem bedengan memudahkan baginya menyiram sekaligus pemupukan sistem kocor.

“Sela-sela bedengan berguna untuk akses berjalan saat penyiraman, memudahkan untuk duduk saat menyiangi gulma rumput,” ulasnya.

Siti Romlah mengaku masih menerapkan sistem pertanian tradisional. Bedengan yang diberi media tanam pupuk kandang akan diberi tambahan pupuk urea dengan sistem kocor. Agar bisa panen selama satu bulan beragam sayuran ditanam menyesuaikan usia panen.

Rata-rata sayuran sawi hingga kangkung bisa dipanen dua pekan hingga satu bulan. Sistem terjadwal membuat panen dilakukan berkala dengan keuntungan penjualan ratusan ribu per pekan.

Lihat juga...